Inti Berita:
• Bulog Tulungagung telah menyerap hampir 7.000 ton setara beras dari petani di Kabupaten Trenggalek.
• Realisasi serapan tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding 2025 yang hanya mencapai 5.000 ton setara beras.
• Target pengadaan Bulog di Trenggalek tahun 2026 mencapai 10.000 ton setara beras dan masih berpotensi bertambah karena panen belum selesai.
SUARA TRENGGALEK – Perum Bulog Cabang Tulungagung terus memaksimalkan penyerapan gabah petani di Kabupaten Trenggalek seiring masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah.
Hingga awal Juni 2026, serapan gabah di Trenggalek telah mendekati 7.000 ton setara beras dari target 10.000 ton setara beras yang ditetapkan tahun ini.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Serapan kita di wilayah Trenggalek sudah hampir 7 ribu ton setara beras dari target 10 ribu ton setara beras,” ujar Yonas saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, realisasi serapan tahun 2026 meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencapai sekitar 5.000 ton setara beras.
“Serapan ini juga meningkat dari realisasi serapan tahun 2025 sebanyak 5 ribu ton setara beras,” terangnya.
Masih Menunggu Panen Berikutnya
Yonas menjelaskan, penyerapan gabah masih akan terus dilakukan karena beberapa wilayah di Trenggalek masih memasuki masa panen. Bulog optimistis sisa target pengadaan dapat terpenuhi melalui panen berikutnya.
“Penyerapan masih akan terus berlanjut menunggu panen berikutnya,” katanya.
Ia menambahkan, angka 7.000 ton yang dicapai saat ini merupakan konversi setara beras. Jika dihitung dalam bentuk gabah, jumlah yang telah terserap mencapai sekitar 14.000 ton.
“Itu kan setara beras ya, jadi kalau angka gabahnya sekitar 14 ribu ton yang sudah terserap,” ujarnya.
Realisasi Pengadaan Capai 55 Ribu Ton
Bulog Cabang Tulungagung yang membawahi wilayah Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar menargetkan pengadaan gabah dan beras sebanyak 64.695 ton setara beras sepanjang 2026.
Hingga saat ini, realisasi pengadaan secara kumulatif di empat wilayah tersebut telah mencapai sekitar 55.000 ton setara beras.
“Target pengadaan gabah dan beras untuk seluruh wilayah kerja Cabang Tulungagung tahun 2026 adalah 64.695 ton setara beras. Saat ini sudah terealisasi sekitar 55 ribu ton setara beras,” jelasnya.
Bantuan Pangan Tersalurkan 55,72 Persen
Selain melakukan pengadaan gabah petani, Bulog juga terus menyalurkan bantuan pangan beras guna mendukung stabilisasi pangan nasional dan menjaga daya beli masyarakat.
Per 8 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di wilayah kerja Bulog Tulungagung telah mencapai 55,72 persen dari target yang ditetapkan.
“Kami telah merealisasikan hampir 55,72 persen atau telah diterima oleh hampir 260 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari total target 465 ribu PBP,” ungkap Yonas.
Di Kabupaten Trenggalek sendiri, Bulog memiliki dua gudang penyimpanan yang berada di Karangsoko dan Kecamatan Karangan.
Hingga saat ini, total realisasi pengadaan beras yang tersimpan di kedua gudang tersebut mencapai 6.630 ton setara beras.
“Total realisasi setara beras Kabupaten Trenggalek tahun 2026 untuk gudang Karangsoko dan Karangan totalnya 6.630 ton,” pungkasnya.











