PENDIDIKAN

SPMB Tahun Ajaran 2026-2027 SD dan SMP Trenggalek Dibuka 3 Juni, Jalur Prestasi Didahulukan

×

SPMB Tahun Ajaran 2026-2027 SD dan SMP Trenggalek Dibuka 3 Juni, Jalur Prestasi Didahulukan

Sebarkan artikel ini
Ujian Sekolah Trenggalek
Istimewa.
Inti Berita:
• SPMB SD dan SMP Trenggalek 2026 dijadwalkan dibuka mulai 3 Juni 2026.
• Dinas Pendidikan menggunakan empat jalur penerimaan, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
• Jalur prestasi hanya berlaku untuk jenjang SMP.

SUARA TRENGGALEKSistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Trenggalek dijadwalkan mulai dibuka pada 3 Juni 2026.

Pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027 itu dilaksanakan setelah pengumuman kelulusan siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang direncanakan berlangsung pada 2 Juni 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto mengatakan pihaknya telah menyelesaikan sosialisasi petunjuk teknis SPMB 2026 secara luring maupun daring.

Sosialisasi tersebut diikuti seluruh satuan pendidikan, Dewan Pendidikan, hingga sejumlah tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kami telah selesai melaksanakan sosialisasi petunjuk teknis SPMB tahun 2026 yang dilakukan secara luring dan daring,” ujar Agus, Kamis (21/5/2026).

Setelah sosialisasi tingkat kabupaten selesai, Agus meminta masing-masing sekolah segera memberikan penjelasan kepada wali murid agar masyarakat memahami tahapan dan mekanisme penerimaan siswa baru tahun ini.

“Setelah ini nanti masing-masing satuan pendidikan juga kami arahkan segera melakukan sosialisasi dengan wali murid sehingga masyarakat mengetahui proses pelaksanaan SPMB tahun 2026,” katanya.

Agus menjelaskan, pelaksanaan SPMB tahun ini masih menggunakan empat jalur penerimaan, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Namun khusus jenjang SD, jalur prestasi tidak diberlakukan.

“Jalur prestasi hanya digunakan untuk masuk SMP,” jelasnya.

Disampaikan Agus, untuk jenjang SD, kuota jalur domisili ditetapkan sebesar 80 persen, afirmasi 15 persen, dan mutasi 5 persen.

Sementara untuk jenjang SMP, kuota jalur domisili sebesar 40 persen, prestasi 35 persen, afirmasi 20 persen, dan mutasi 5 persen.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan berencana membuka jalur prestasi lebih dahulu dibanding jalur lainnya.

“Rencana yang kita dahulukan nanti jalur prestasi dulu, sedangkan yang terakhir nanti domisili,” ungkap Agus.

Terkait potensi kendala teknis karena sistem pendaftaran dilakukan secara online, Dinas Pendidikan mengaku akan terus melakukan pemantauan selama proses berlangsung.

Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan kendala saat proses pendaftaran.

“Kalau nanti ada kendala mohon masyarakat segera melaporkan ke satuan pendidikan yang dituju atau ke Dinas Pendidikan,” katanya.

Dinas Pendidikan juga belum memastikan kemungkinan perpanjangan jadwal apabila terjadi gangguan teknis selama tahapan penerimaan berlangsung.

“Nanti kita lihat dulu. Insyaallah kalau tidak ada kendala ya sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” imbuhnya.

Terkait dengan pelaksanaan SPMB tahun ini sebagai bahan evaluasi dalam perolehan siswa masing-masing pihaknya bakal melihat hasil prosesnya terlebih dahulu.

“Oh, kita lihat nanti setelah pelaksanaan SPMB ya. Nah, semuanya nanti kita lihat. Mudah-mudahan nanti semua satuan pendidikan memperoleh murid yang maksimal,” pungkas Agus.