Inti Berita:
• Proyek jalan Ngetal–Gandusari hampir selesai (mendekati 100%)
• Proyek senilai Rp23,2 miliar ini dikerjakan oleh pemerintah pusat
• Ruas yang dikerjakan sepanjang 7,5 km
• Terjadi kecelakaan maut akibat tabrakan dengan truk proyek parkir
• 1 orang meninggal dunia, 1 luka ringan
• Insiden memicu sorotan terhadap keselamatan di lokasi proyek
SUARA TRENGGALEK – Proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) di ruas Ngetal-Gandusari, Kabupaten Trenggalek, hampir mencapai penyelesaian penuh.
Progres fisik disebut telah mendekati 100 persen, namun insiden kecelakaan maut di lokasi proyek memicu sorotan terhadap aspek keselamatan kerja.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek, Anjang Purwoko, memastikan pengerjaan saat ini telah memasuki tahap akhir.
“Progres program IJD ini hampir selesai. Pekerja saat ini menuntaskan pengaspalan terakhir dan kami menargetkan proyek segera rampung,” ujarnya.
Ia menjelaskan proyek tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali Kementerian PUPR, mengingat statusnya sebagai program pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya berperan melakukan pemantauan.
“Kami melihat aspal sudah tersambung hampir di seluruh ruas yang ditangani,” tambahnya.
Pada tahun anggaran 2026, proyek IJD di Trenggalek hanya mencakup satu paket pekerjaan di ruas Ngetal–Gandusari sepanjang 7,5 kilometer, dari pertigaan Ngetal hingga kawasan SPBU Desa Wonorejo, Kecamatan Gandusari.
Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp23,2 miliar dan dikerjakan oleh PT Gorga Marga Mandiri dengan durasi 150 hari, terhitung sejak 1 Desember 2025 hingga 31 Mei 2026.
Kecelakaan Maut
Di tengah percepatan pengerjaan, kecelakaan lalu lintas terjadi di lokasi proyek dan menelan korban jiwa. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga terkait standar keselamatan di area pekerjaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Trenggalek, Miftahul, menjelaskan kecelakaan terjadi di Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Korban, Suyono (63), warga Desa Krandegan, mengendarai sepeda motor Honda Revo dengan membonceng istrinya, Marsumi (60).
Saat melintas dari arah utara ke selatan, sepeda motor yang dikendarainya menabrak bagian belakang truk proyek yang terparkir di sisi kiri jalan.
Benturan keras menyebabkan Suyono mengalami luka berat di kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, istrinya mengalami luka ringan.
“Kami mencatat pengendara meninggal dunia di tempat, sementara penumpangnya mengalami luka ringan,” jelasnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di lokasi proyek, terutama pada malam hari, guna mencegah kejadian serupa terulang.











