PERISTIWA

Jari Pelajar Tersangkut Speaker Gegara Iseng, Damkar Trenggalek Turun Tangan Evakuasi

×

Jari Pelajar Tersangkut Speaker Gegara Iseng, Damkar Trenggalek Turun Tangan Evakuasi

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas Damkar Trenggalek saat melakukan evakuasi jari pelajar terjepit speaker mini.
Inti Berita,
• Jari pelajar Trenggalek tersangkut speaker mini saat iseng bermain.
• Evakuasi dilakukan Damkar setelah upaya sekolah gagal.
• Penanganan berlangsung sekitar 1 jam menggunakan mini gerinda.
• Korban selamat tanpa cedera serius.
• Damkar imbau anak-anak lebih berhati-hati saat bermain.

SUARA TRENGGALEKGara-gara iseng bermain speaker mini seorang pelajar di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, berujung insiden tak terduga.

Jari kelingking tangan kanan siswa berinisial MB (12) tersangkut di lubang speaker mini hingga harus dievakuasi petugas pemadam kebakaran, Rabu (1/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat jam istirahat di lingkungan sekolah. Korban awalnya menemukan speaker kecil di gudang, kemudian membawanya ke kelas untuk dimainkan bersama teman-temannya.

Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran, Burhanudin, menjelaskan insiden bermula ketika korban memasukkan jari kelingkingnya ke lubang speaker. Namun, jari tersebut justru tersangkut dan tidak bisa dilepas.

“Korban datang ke Mako Damkar sekitar pukul 12.30 WIB diantar guru untuk meminta bantuan karena jari sudah tidak bisa dilepas,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak sekolah sempat berupaya mengevakuasi jari korban menggunakan sabun dan minyak goreng. Namun, upaya tersebut tidak berhasil, bahkan kondisi jari mulai memar dan berubah warna.

Petugas Damkar kemudian melakukan penanganan dengan metode sederhana menggunakan tali, namun juga tidak membuahkan hasil.

Proses evakuasi akhirnya dilanjutkan dengan menggunakan alat mini gerinda untuk memotong bagian speaker.

Setelah sekitar satu jam penanganan, tepat pukul 13.30 WIB, speaker berhasil dilepas tanpa menimbulkan cedera serius pada korban.

Burhanudin mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, agar lebih berhati-hati saat bermain dengan benda kecil yang berpotensi membahayakan.