WISATA

Kunjungan Wisata Trenggalek Naik Saat Lebaran 2026, Didukung Faktor Cuaca dan Kondisi Jalan

×

Kunjungan Wisata Trenggalek Naik Saat Lebaran 2026, Didukung Faktor Cuaca dan Kondisi Jalan

Sebarkan artikel ini
Wisata Trenggalek
Kunjungan wisata di salah satu pantai di Trenggalek.
Inti Berita,
• Kunjungan wisata Trenggalek naik saat Lebaran 2026
• Pantai Mutiara tertinggi dengan 4.200 pengunjung
• Pantai Pelang dan Kili-Kili alami lonjakan signifikan
• Peningkatan dipicu perbaikan jalan dan cuaca yang mendukung
• Capaian wisata awal 2026 sudah tembus 11%

SUARA TRENGGALEK – Kunjungan wisata di Kabupaten Trenggalek mengalami peningkatan selama libur Lebaran Idulfitri 2026. Sejumlah destinasi, khususnya wisata pantai, mencatat lonjakan pengunjung dibanding hari biasa.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek mencatat, Pantai Mutiara menjadi destinasi dengan kunjungan tertinggi, mencapai 4.200 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 10 persen dibanding hari Minggu biasa.

Plt Kepala Disparbud Trenggalek, Toni Widianto, mengatakan peningkatan kunjungan mulai terasa meski belum terlalu signifikan.

“Dari catatan jumlah pengunjung di beberapa destinasi seperti Pantai Mutiara dan Karanggongso, memang ada peningkatan sedikit di atas rata-rata hari Minggu,” ujarnya.

Selain Pantai Mutiara, Pantai Pasir Putih juga mencatat kunjungan cukup tinggi dengan 3.200 wisatawan.

Fenomena menarik justru terjadi di sejumlah destinasi yang sebelumnya tidak terlalu ramai. Pantai Kili-Kili misalnya, mulai menunjukkan peningkatan dengan 922 pengunjung pada hari ketiga dan keempat Lebaran.

Sementara itu, Pantai Pelang mencatat lonjakan signifikan hingga 1.900 pengunjung dalam sehari. Angka ini meningkat sekitar 30 persen dibanding libur tahun baru, bahkan hampir dua kali lipat dibanding Lebaran 2025.

“Pantai Kili-Kili termasuk yang baru ramai tahun ini,” tambah Toni.

Menurutnya, peningkatan kunjungan tidak lepas dari perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata. Infrastruktur yang lebih baik memudahkan wisatawan menjangkau destinasi.

“Kemungkinan didukung kondisi jalan yang sudah diperbaiki. Tahun lalu masih becek, sekarang akses lebih nyaman,” jelasnya.

Faktor cuaca juga turut berpengaruh. Curah hujan yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya membuat aktivitas wisata lebih kondusif.

Meski demikian, Toni menyebut perbandingan dengan Lebaran tahun lalu belum bisa dilakukan secara langsung karena perbedaan durasi libur.

“Tidak bisa dibandingkan secara apple to apple dengan tahun lalu,” katanya.

Secara umum, kinerja sektor pariwisata Trenggalek pada triwulan awal 2026 menunjukkan tren positif dengan capaian kunjungan sekitar 11 persen.

“Semoga ada repeat order pengunjung untuk tahun ini,” pungkasnya.