SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek resmi menetapkan hasil seleksi Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk masa jabatan 2026-2031.
Dari tujuh pendaftar, Khoirul Ansori asal Kabupaten Malang terpilih setelah melalui seluruh tahapan seleksi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Trenggalek, Cusi Kurniawati, menyampaikan proses seleksi dilakukan secara ketat dan bertahap, mulai dari administrasi hingga wawancara akhir bersama bupati.
“Semua proses seleksi sudah kami lalui mulai seleksi administrasi, uji kompetensi keahlian, psikotes, hingga wawancara terakhir dengan Pak Bupati,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari tujuh pendaftar awal, satu orang gugur di tahap administrasi sehingga tersisa enam peserta.
Selanjutnya, satu peserta kembali tersingkir pada tahap Uji Kompetensi Keahlian (UKK), menyisakan lima kandidat yang melaju ke tahap wawancara akhir.
“Dari lima itu kami ajukan ke Pak Bupati untuk wawancara akhir. Beliau melakukan penilaian satu per satu dan akhirnya memilih Khoirul Ansori dari Kabupaten Malang,” jelasnya.
Khoirul Ansori diketahui masih aktif menjabat sebagai Kepala Unit PDAM Lawang dan memiliki pengalaman panjang di bidang pengelolaan air minum.
“Beliau ini senior, dengan pengalaman sekitar 34 tahun di PDAM, jadi sudah sangat memahami seluk beluk pengelolaan air minum,” tambah Cusi.
Dari sisi peserta lokal, terdapat tiga pendaftar asal Trenggalek pada tahap awal. Namun, hanya satu orang yang berhasil lolos hingga tahap wawancara akhir.
“Dari tiga peserta lokal, satu gugur di administrasi, satu lagi di UKK, dan hanya satu yang masuk tahap wawancara,” paparnya.
Selain itu, seleksi juga mensyaratkan kualifikasi khusus, termasuk sertifikasi pelatihan pengolahan air minum sebagai dasar kompetensi teknis calon direktur.
Dengan terpilihnya direktur baru, Pemkab Trenggalek berharap PDAM dapat meningkatkan kinerja pelayanan, termasuk menjalankan program kerja jangka pendek seperti rencana 100 hari serta pembenahan layanan ke depan.











