PERISTIWA

Terminal Surodakan Trenggalek Mulai Dipadati Pemudik, Sehari Tembus 1.400 Orang

×

Terminal Surodakan Trenggalek Mulai Dipadati Pemudik, Sehari Tembus 1.400 Orang

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Surodakan Trenggalek, Devi Ariandi.

SUARA TRENGGALEK – Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Tipe A Surodakan, Trenggalek, mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Kenaikan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 15 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Surodakan Trenggalek, Devi Ariandi menyampaikan bahwa lonjakan penumpang diprediksi mencapai puncaknya dalam waktu dekat.

“Dari beberapa tahun terakhir memang ada kenaikan sekitar 15 persen. Untuk puncak arus mudik diperkirakan besok, karena anak sekolah sudah libur dan para pekerja mulai cuti bersama,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Menghadapi peningkatan tersebut, pihak terminal mengaku telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari. Salah satunya melalui edukasi kepada perusahaan otobus (PO) serta pemeriksaan kelayakan kendaraan.

“Kami bersama Satuan Lalu Lintas sudah melakukan edukasi ke beberapa PO bus di wilayah Trenggalek. Selain itu, kami juga rutin melakukan ramp check, baik untuk bus reguler maupun pariwisata,” jelasnya.

Dari sisi pergerakan penumpang, jumlah kedatangan dan keberangkatan juga mengalami lonjakan. Pada hari biasa, jumlah penumpang berkisar 600 hingga 700 orang per hari. Namun, menjelang Lebaran, angka tersebut meningkat tajam.

“Kemarin laporan dari petugas mencapai 1.200 sampai 1.400 penumpang. Ini belum termasuk puncak arus mudik,” ungkap Devi.

Untuk mengantisipasi lonjakan, pihak terminal juga menyiapkan penambahan armada, khususnya untuk rute Sumatera.

“Ada penambahan armada jurusan Sumatera, karena di sana ada kekurangan armada. Bus yang digunakan tetap harus memenuhi persyaratan teknis dan administrasi,” katanya.

Ia menambahkan, bus tujuan Sumatera diberangkatkan dari Terminal Surodakan pada pukul 11.00 WIB.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari sejumlah PO, arus kedatangan ke Trenggalek saat ini lebih dominan dibanding keberangkatan. Hal ini menunjukkan banyak perantau yang mulai pulang kampung lebih awal.

“Untuk saat ini kedatangan lebih banyak. Kemungkinan puncak arus balik akan terjadi pada H+ Lebaran,” pungkasnya.