PERISTIWA

Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo di KM 16 Sudah Bisa Dilalui Pasca Longsor

×

Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo di KM 16 Sudah Bisa Dilalui Pasca Longsor

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo sudah bisa dilalui kendaraan.

SUARA TRENGGALEK – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali telah memastikan jika ruas Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo di Kilometer 16, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, sudah dapat dilalui kendaraan setelah sempat terdampak longsor pada Selasa (3/3/2026).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Provinsi Jawa Timur, Endy Aktony, mengatakan penanganan darurat telah dilakukan pada badan jalan yang amblas akibat longsoran material batu dan tanah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan sheet pile atau pelat baja untuk menahan pergerakan tanah sekaligus memperkuat struktur jalan sementara.

“Untuk kendaraan sudah bisa lewat dua arah, baik roda dua maupun roda empat. Namun untuk kendaraan roda enam ke atas diberlakukan sistem bergantian atau satu per satu,” ujar Endy, Rabu (11/3/2026).

Selain pemasangan pelat baja, BBPJN juga melakukan penimbunan material serta penyemprotan soil stabilizer untuk meningkatkan kestabilan tanah di lokasi longsor.

Akibat penanganan tersebut, lebar jalan sementara menjadi sedikit menyempit karena adanya timbunan material di sisi badan jalan.

Meski demikian, Endy memastikan secara fungsional ruas jalan nasional tersebut telah kembali normal dan dapat digunakan masyarakat, termasuk untuk mendukung kelancaran arus mudik Idul Fitri 2026.

“Kami tetap berhati-hati, terutama jika terjadi cuaca ekstrem. Koordinasi terus dilakukan bersama BPBD, Satlantas Polres Trenggalek, Basarnas, serta pihak terkait untuk menjaga keamanan lalu lintas di KM 16,” jelasnya.

Ia menambahkan penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara sambil menunggu desain teknis penanganan permanen dari tim perencana jalan nasional.

Sebelumnya, tim ahli geologi telah melakukan identifikasi kondisi tanah di lokasi untuk menentukan metode perbaikan jangka panjang yang tepat.

Endy juga mengingatkan potensi longsor susulan masih mungkin terjadi, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.

“Ketika cuaca ekstrem atau hujan deras terus-menerus, kemungkinan longsor susulan tetap ada. Karena itu kami sepakat dengan Basarnas, BPBD, kepolisian, dan pihak kecamatan untuk menghentikan sementara aktivitas melintas jika kondisi dinilai berbahaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan material longsoran di belakang tanggul memang telah dibersihkan, namun kapasitas penampungannya terbatas sehingga berisiko meluap jika terjadi aliran material dalam jumlah besar.

“Kalau materialnya meningkat cepat, pasti akan meluap. Jadi langkah paling aman adalah menutup sementara jalur ketika kondisi ekstrem,” pungkasnya.