SUARA TRENGGALEK – Komitmen membangun pembinaan olahraga digital yang profesional di Kabupaten Trenggalek terus ditunjukkan oleh Wildan Bisri.
Ia resmi menyandang status sebagai coach esports bersertifikasi setelah dinyatakan lulus dalam program pelatihan dan evaluasi hingga meraih lisensi pelatih Tier C.
Wildan yang juga menjadi pengurus ESI Trenggalek itu menjelaskan, proses sertifikasi yang dijalaninya bukan sekadar formalitas administratif.
Pelatihan berlangsung selama kurang lebih dua minggu dan dilaksanakan secara daring dengan pendampingan langsung dari pusat.
“Prosesnya sekitar dua minggu, dilakukan secara online lewat Zoom dengan lima kali pertemuan. Materinya cukup lengkap,” ujar Wildan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari strategi permainan, tetapi juga mendapatkan materi terkait pembinaan karakter serta kesiapan fisik atlet esports.
Menurut Wildan, materi pelatihan meliputi pembentukan mental pemain, menjaga kesehatan dan stamina, hingga pendalaman teknis permainan seperti micro dan macro play pada game Mobile Legends: Bang Bang.
“Tidak hanya soal strategi. Kami juga dibekali bagaimana membentuk mental player, menjaga kondisi fisik, serta pendalaman micro dan macro. Setelah dinyatakan lulus, ada pendampingan lanjutan dari pusat,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sertifikasi pelatih esports memiliki jenjang tertentu yang menunjukkan tingkat kompetensi dan cakupan pembinaan seorang coach.
“Sertifikasi ini ada jenjangnya, mulai dari Tier C, Tier B, sampai Tier A,” paparnya.
Tier A diperuntukkan bagi pelatih profesional di level nasional, sedangkan Tier B berada pada level semi-profesional yang umumnya menangani kompetisi tingkat provinsi.
Sementara itu, Tier C ditujukan untuk pembinaan level amatir, termasuk pembinaan atlet di tingkat daerah maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Tier A itu untuk kelas profesional nasional. Tier B semi-pro, biasanya level provinsi. Nah, Tier C yang saya ambil ini untuk amatir atau jenjang ekstrakurikuler di sekolah,” jelasnya.
Meski demikian, Wildan menegaskan bahwa jenjang tersebut bersifat progresif. Seorang pelatih memiliki kesempatan untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi selama memenuhi persyaratan serta lolos proses seleksi di setiap tahapannya.
“Kalau mau naik ke Tier B bahkan sampai Tier A bisa saja, tapi harus melalui seleksi dari tahap Tier C terlebih dahulu,” pungkasnya.











