Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
SUARA TRENGGALEK – Kasus kematian perempuan berinisial DW (33) warga Pule, Trenggalek yang diduga menjadi korban penganiayaan dan videonya viral di media sosial masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Polres Trenggalek memastikan proses pendalaman dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya korban.
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Trenggalek, AKP Katik menjelaskan korban awalnya dibawa keluarga ke Puskesmas Pule sekitar pukul 03.00 WIB pada Kamis (26/3) dini hari. Korban diduga meminum obat rumput berjenis Gramoxone.
“Awal mulanya sekira pukul 03.00 pagi, hari Kamis, korban dibawa ke Puskesmas Pule karena diduga meminum obat rumput sejenis Gramoxone,” ujar AKP Katik, Minggu (1/3/2026).
Dugaan Video Viral KDRT
Lanjut AKP Katik, karena tidak ada perubahan kondisi, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Pada sekitar pukul 15.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.
Terkait video viral yang beredar di masyarakat dan dikaitkan dengan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), AKP Katik menegaskan tidak ada laporan resmi yang masuk ke Polsek Pule maupun Polres Trenggalek.
“Tidak ada laporan ke Polsek Pule maupun ke Polres,” jelasnya.
Meski demikian, lanjutnya Satreskrim Polres Trenggalek tetap melakukan penyelidikan atas dugaan penganiayaan sebagaimana yang terlihat dalam video yang beredar.
Polisi juga telah mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku. Namun ditegaskan, pria tersebut bukan anggota Polri meski dalam video tersebut memakai kaos samapta.
Pelaku Bukan Anggota Polres Trenggalek
“Kami pastikan bahwa pelaku bukan anggota Polri atau anggota Polres Trenggalek,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, korban dan terduga pelaku disebut-sebut memiliki hubungan asmara.
Namun, kepastian status hubungan keduanya masih dalam pendalaman.
AKP Katik juga menyampaikan, waktu pasti kejadian dalam video belum dapat dipastikan, namun video mulai beredar pada Rabu lalu.
Dalam proses pendalaman, awalnya korban telah dilakukan visum luar dan penyidik mempertimbangkan otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
“Otopsi dilakukan supaya bisa dipastikan meninggalnya ini karena apa, karena dalam video yang beredar ada dugaan penganiayaan,” katanya.
Pengakuan Korban Minum Obat Rumput
Sementara itu, Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono menjelaskan korban datang ke rumah sakit sebagai pasien rujukan dari Puskesmas Pule dengan keluhan sesak napas dan muntah darah satu kali.
Menurut Sujiono, dua hari sebelum dirujuk, korban mengaku telah meminum obat rumput. Pengakuan tersebut disampaikan saat korban masih dalam kondisi sadar meski mengalami sesak napas.
“Pengakuan dari pasien waktu datang ke rumah sakit masih bisa diajak komunikasi walaupun dengan sesak napas,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan lanjutan, tururnya tim medis menemukan adanya gangguan fungsi ginjal yang mengarah pada gagal ginjal.
Korban Berencana Cuci Darah
Pasien direncanakan menjalani cuci darah, namun tindakan tersebut belum sempat dilakukan karena pihak keluarga masih berunding.
Korban masuk RSUD pada Minggu (1/3) sekitar pukul 05.00 WIB dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.15 WIB di hari yang sama.
Sujiono menambahkan, fokus penanganan medis saat pasien datang adalah dugaan intoksikasi pestisida.
Berdasarkan dari riwayat dan keterangan dari puskesmas, tidak terdapat informasi terkait dugaan depresi atau upaya bunuh diri.
“Intinya pasien dirujuk dari Puskesmas Pule dengan keluhan sesak dan muntah darah satu kali, serta ada riwayat minum obat rumput,” pungkasnya.











