SUARA TRENGGALEK – Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin terus memastikan peningkatan layanan kesehatan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek terus berjalan.
Salah satu yang paling ditunggu masyarakat adalah rencana dibukanya pelayanan eksekutif rawat jalan yang dapat diakses oleh peserta BPJS Kesehatan.
Sukarodin mengatakan, selama ini pelayanan eksekutif di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut belum dapat melayani pasien BPJS karena masih ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.
“Pelayanan ini sangat ditunggu masyarakat. Kami minta tadi kepada direktur RSUD, dan beliau menyatakan kesiapan bahwa pada Februari pelayanan eksekutif rawat jalan sudah bisa digunakan oleh peserta BPJS,” ujar Sukarodin, Sabtu (30/1/2026).
Menurutnya, pelayanan eksekutif yang dimaksud merupakan layanan khusus rawat jalan yang ditangani oleh dokter-dokter spesialis.
Dengan dibukanya akses BPJS, masyarakat diharapkan memiliki pilihan layanan yang lebih nyaman tanpa harus terbebani biaya tambahan.
“Pelayanan eksekutif ini khusus rawat jalan, ditangani dokter spesialis. Jadi bukan rawat inap,” tegasnya.
Sukarodin juga mengungkapkan, wacana pelayanan eksekutif BPJS ini sebenarnya sudah lama menjadi perhatian DPRD.
Bahkan, sejak dirinya masih berada di komisi sebelumnya, inisiatif tersebut sudah sering disuarakan namun belum terealisasi.
“Ini sudah lama sekali kami dorong. Bahkan sejak saya di Komisi E dulu. Beberapa daerah lain seperti Tulungagung sudah lebih dulu, dan sekarang akhirnya Trenggalek menyusul,” katanya.
Selain pelayanan eksekutif, DPRD juga mendorong optimalisasi pemanfaatan paviliun depan RSUD dr. Soedomo yang sebelumnya sempat difungsikan sebagai gudang.
Menurutnya, bangunan tersebut kini telah direhabilitasi dan tinggal menunggu peningkatan daya listrik.
“Paviliun depan sudah direhab, tinggal urusan listrik dan kenaikan daya. Kalau itu sudah selesai, pelayanan di paviliun bisa berjalan dengan maksimal,” jelasnya.
Di sisi lain, Sukarodin juga menyampaikan progres pengembangan layanan jantung, khususnya pemasangan ring jantung (kateterisasi jantung).
Saat ini, RSUD dr. Soedomo masih menyiapkan sumber daya manusia dengan menyekolahkan dokter untuk mendukung layanan tersebut.
“SDM untuk catlab atau pasang ring jantung masih kita siapkan. Dokter kita masih sekolah, dan ditargetkan tahun 2027 RSUD dr. Soedomo sudah bisa melayani pemasangan ring jantung sendiri,” ungkapnya.
Dengan kesiapan tersebut, masyarakat Trenggalek nantinya tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan jantung lanjutan.
Namun demikian, Sukarodin menegaskan bahwa pengembangan layanan kesehatan membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan secara instan.
“Tidak bisa bim salabim. SDM harus disiapkan dulu, baru sarana prasarana menyusul. Target 2027 sudah siap,” pungkasnya.











