PERISTIWA

400 Pelanggar Terjaring Operasi Keselamatan Semeru, Pelajar di Trenggalek Mendominasi Pelanggaran

×

400 Pelanggar Terjaring Operasi Keselamatan Semeru, Pelajar di Trenggalek Mendominasi Pelanggaran

Sebarkan artikel ini
Polres Trenggalek
Petugas Polres Trenggalek melakukan pengecekan kendaraan di terminal bus surodakan.

SUARA TRENGGALEK – Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek secara resmi menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Operasi ini melibatkan sedikitnya 60 personel dengan mengedepankan pendekatan humanis, preventif, dan tegas dalam penegakan hukum lalu lintas.

Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto memaparkan dalam pelaksanaa Operasi Keselamatan Semeru 2026 menitikberatkan pada tiga strategi utama, yakni kegiatan preventif, preemtif dan penegakan hukum.

Sistem Penegakan Operasi

Penegakan hukum dilakukan melalui tilang manual maupun tilang elektronik (ETLE), baik ETLE statis maupun ETLE mobile.

Selain penindakan berupa tilang, kepolisian juga mengedepankan teguran kepada pelanggar, baik secara lisan, tertulis, maupun melalui teguran presisi yang tercatat dalam aplikasi Presisi Polri.

“Untuk penindakan, selama satu minggu terakhir kami telah menindak sekitar 400 pelanggaran, baik melalui ETLE statis, ETLE mobile, maupun tilang manual,” ungkap AKP Sony, Senin (9/2/2026).

AKP Sony juga menerangkan jika penindakan tilang manual dilakukan dengan metode hunting system, yakni patroli rutin yang langsung menindak pelanggaran kasat mata di lapangan.

Pelajar Dominasi Pelanggaran

AKP Sony juga menyampaikan dalam pelaksanaan operasi tersebut pelanggaran terbanyak didominasi oleh pengendara di bawah umur.

“Selain itu, pelanggaran kasat mata yang sering ditemukan antara lain tidak menggunakan helm dan berboncengan lebih dari dua orang,” paparnya.

Menurutnya, pelanggaran tersebut ditemukan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek, terutama di jalur-jalur protokol dan wilayah kecamatan.

“Adapun titik lokasi yang sementara ini tercatat paling banyak ditemukan pelanggaran berada di Kecamatan Gandusari, Durenan, dan Suruh,” ungkapnya.

Penindakan Berimbang dengan Edukasi

Dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026 ini, AKP Sony menegaskan bahwa penindakan hukum dilakukan secara proporsional. Setiap kegiatan penegakan hukum diimbangi dengan kegiatan preventif dan preemtif.

“Sebagai contoh, apabila kami melaksanakan 20 kegiatan preventif, maka penindakannya sekitar 10 kali. Jadi tetap seimbang antara edukasi dan penegakan hukum,” jelasnya.

Angka Kecelakaan Menurun

Terkait angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas), AKP Sony menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, angka kecelakaan cenderung menurun.

“Alhamdulillah, untuk kecelakaan lalu lintas selama operasi keselamatan ini di wilayah Trenggalek cenderung mengalami penurunan,” ujarnya.

Imbauan Polres Trenggalek

AKP Sony juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu, serta menjunjung tinggi etika di jalan raya.

“Jalan raya bukan hanya milik kita sendiri, tetapi juga digunakan oleh orang lain. Maka dari itu, patuhi aturan dan utamakan keselamatan bersama,” pungkasnya.