SUARA TRENGGALEK – Kepedulian terhadap regenerasi atlet catur di Kabupaten Trenggalek ditunjukkan Karang Taruna Kelurahan Kelutan dengan menggelar Turnamen Catur “Kelutan Bersatu 2026” di Aula Kantor Kelurahan Kelutan, Minggu (15/02/2026).
Turnamen perdana ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan dirancang sebagai wadah penjaringan bibit atlet sejak usia dini sekaligus ruang apresiasi bagi talenta lokal.
Antusiasme peserta terbilang tinggi. Hingga H-2 pelaksanaan, sebanyak 277 peserta tercatat mendaftar.
Mereka tidak hanya berasal dari Trenggalek, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Pacitan, Ponorogo, Madiun, Kediri, Malang, Blitar, Surabaya, hingga Sidoarjo.
Dominasi peserta usia sekolah menjadi indikator kuat bahwa turnamen ini memang difokuskan pada pembinaan generasi muda.
Panitia membagi turnamen dalam empat kategori usia, yakni SD/MI bawah (kelas 1-3), SD atas (kelas 4-6), SMP/MTs, serta SMA/MA/SMK.
Skema tersebut disusun untuk membangun jenjang pembinaan atlet catur yang berkelanjutan di Trenggalek.
Tokoh Pemuda Kelutan, Anggar Pito, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan semata-mata mengejar gelar juara, tetapi menjadi wadah pencarian bakat lokal.
“Kami ingin turnamen ini menjadi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengasah kemampuan catur sejak dini. Selain juara umum, kami juga menyiapkan penghargaan The Best Lady dan Juara Lokal Terbaik sebagai bentuk apresiasi talenta asli Trenggalek,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut membawa pesan filosofis bahwa catur merupakan refleksi kehidupan, di mana strategi, kesabaran, dan pengorbanan menjadi kunci meraih kemenangan.
Melalui turnamen yang berfokus pada usia muda dan apresiasi talenta lokal, pihaknya berharap regenerasi atlet catur Trenggalek dapat terjaga dan berkembang secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Arief Setiawan, mengapresiasi inisiatif pemuda Kelutan yang dinilai selaras dengan upaya pembinaan olahraga berbasis komunitas.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada pembinaan olahraga, tetapi juga memberi efek ekonomi bagi pelaku usaha lokal serta menjadi sarana penyaluran kegiatan positif bagi kalangan muda.
“Kegiatan ini sangat positif dan bisa menjadi kawah candradimuka bagi atlet catur masa depan. Dari ajang seperti ini diharapkan lahir atlet yang mampu mengharumkan nama Trenggalek di tingkat regional maupun luar daerah,” katanya.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM di lokasi, Ebdy Khotib, mengaku perputaran ekonomi di sekitar Kelurahan Kelutan meningkat selama kegiatan berlangsung.
“Dengan adanya event seperti ini, UMKM merasa terbantu. Harapannya bisa rutin digelar karena dampaknya juga terasa bagi pelaku usaha kecil,” tuturnya.











