Inti Berita:
• Penyelenggaraan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2026 edisi ke-30 resmi terpilih masuk dalam 113 agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata setelah menyisihkan sekitar 3.000 pendaftar.
• Status KEN memberi keuntungan ekspos dan promosi berskala nasional dengan pengawalan langsung dari kementerian.
• FJTT 2026 diikuti 58 grup jaranan yang terbagi dalam empat kategori (SD, SMP, SMA/Umum Turonggo Yakso, dan Non-Turonggo Yakso), dengan kenaikan partisipan dari kelompok pelajar hingga sanggar luar kota.
SUARA TRENGGALEK – Penyelenggaraan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2026 resmi memasuki edisi ke-30.
Pada edisi spesial ini, festival kebudayaan tahunan tersebut berhasil menembus jajaran 113 event pilihan dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata.
Keberhasilan ini dicapai setelah FJTT melalui proses kurasi ketat, menyisihkan sekitar 3.000 agenda pariwisata dan kebudayaan yang diajukan dari berbagai daerah di Indonesia.
Dapat pengawalan khusus dan promosi skala nasional dari Kementerian Pariwisata
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Tony Widianto, mengungkapkan bahwa masuknya FJTT ke dalam KEN 2026 menjadi pencapaian berharga yang membedakan festival tahun ini dengan edisi-edisi sebelumnya.
”Alhamdulillah tahun ini kami masuk dari 113 event di seluruh Indonesia yang masuk Karisma Event Nusantara. Itu dihimpun dan dikurasi dari sekitar 3.000 event seluruh Indonesia yang didaftarkan,” ujar Tony saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026).
Tony menegaskan, status bagian dari KEN akan memberikan dampak signifikan pada perluasan jangkauan promosi festival jaranan ini di tingkat nasional.
”Yang membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya eksposurnya tentu saja, karena tahun ini dikawal oleh Kementerian Pariwisata,” tambahnya.
Diikuti 58 peserta dari pelajar hingga sanggar luar daerah
Pada penyelenggaraan ke-30 ini, panitia mencatat total 58 grup jaranan berkompetisi dalam empat kategori perlombaan. Peningkatan peserta paling menonjol terlihat pada kategori pelajar.
Rincian komposisi peserta FJTT 2026 meliputi:
Kategori Turonggo Yakso Bocah (SD): 17 peserta (bertambah 3–4 grup dari edisi sebelumnya)
- Kategori Turonggo Yakso Remaja (SMP): 17 peserta (bertambah 3–4 grup dari edisi sebelumnya)
- Kategori Turonggo Yakso Umum (SMA/Umum): 9 grup
- Kategori Non-Turonggo Yakso (SMA/Umum): 15 grup (bertambah 2 grup)
make-up peserta pelajar didominasi oleh sekolah-sekolah di Trenggalek, sedangkan kelompok kategori umum banyak diisi oleh partisipan luar kota.
”Untuk yang umum itu sanggar-sanggar tari yang ada di luar kota,” jelas Tony.
Peserta luar kota mendaftar mandiri lewat jejaring komunitas
Sejumlah daerah di Jawa Timur turut mengirimkan perwakilannya, antara lain dari Surabaya, Malang, Batu, Blitar, Kediri, Ponorogo, hingga Tulungagung.
Kehadiran peserta luar daerah ini makin memperkaya ragam variasi jaranan yang tampil, seperti Jaranan Senterewe, Dor, hingga Breng.
Menariknya, para peserta dari luar kota tersebut mendaftar secara mandiri tanpa undangan khusus dari panitia.
Hal ini tercipta berkat solidnya jejaring komunitas budaya dan keaktifan promosi media sosial.
”Teman-teman komunitas ini kan berjejaring dengan pelaku jaranan di luar kota. Sambil menyampaikan informasi, teman-teman panitia juga menyiapkan akun media sosial khusus untuk publikasi dan promosi event ini,” tutur Tony.
Sajikan pameran sejarah hingga edukasi budaya Mataraman
Tidak sekadar menyajikan ajang kompetisi dan pertunjukan seni, FJTT 2026 juga menghadirkan serangkaian kegiatan edukatif pendukung, seperti pameran jaranan, sarasehan, sosialisasi, hingga edukasi budaya.
Pameran jaranan difokuskan untuk mengupas sejarah, karakteristik, dan dinamika perkembangan seni jaranan.
Agenda ini dirancang sebagai sarana literasi budaya bagi masyarakat dan pelajar untuk mengenal lebih dalam kesenian jaranan sebagai warisan budaya khas kawasan Mataraman.











