PENDIDIKAN

Sistem MBG Prasmanan Dinilai Berpotensi Tekan Makanan yang Terbuang

×

Sistem MBG Prasmanan Dinilai Berpotensi Tekan Makanan yang Terbuang

Sebarkan artikel ini
Badan Gizi Nasional
Ompreng MBG saat akan di bagikan di salah satu sekolah di Trenggalek.

SUARA TRENGGALEK – Penerapan sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi menekan jumlah makanan yang terbuang atau food waste di sekolah.

Akademisi Program Studi Agribisnis/Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Ali Khamdi, S.TP., M.P., mengatakan sistem prasmanan memungkinkan siswa mengambil makanan sesuai kebutuhan dan selera.

Menurutnya, pola tersebut berbeda dengan sistem makanan dalam kotak yang porsinya telah ditentukan sejak awal. Makanan yang tidak disukai atau tidak habis dikonsumsi siswa berpotensi menjadi sampah makanan.

“Kalau misalkan modelnya prasmanan, yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan yang disukai oleh anak-anak sekolah. Tentunya food waste-nya lebih terkendali,” katanya kepada RRI Semarang, Kamis (8/10/2026).

Dari sisi manajemen rantai pasok, kata Ali, sistem prasmanan juga memberikan peluang bagi pengelola untuk menyesuaikan jumlah makanan dengan kebutuhan dan tingkat konsumsi siswa.

Dilansir dari RRI, namun menurutnya penerapan sistem tersebut membutuhkan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih baik.

Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama pihak sekolah perlu mengatur mekanisme penyajian dan pengambilan makanan agar tetap tertib.

Pengaturan tersebut juga diperlukan agar kebutuhan siswa tetap terpenuhi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan pengelolaan makanan.

Selain sistem penyajian, Ali menilai keberhasilan program MBG juga sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok bahan pangan.

Pemberdayaan petani dan pelaku UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku, menurutnya, perlu terus dilakukan. Langkah tersebut dinilai dapat mendukung ketersediaan bahan pangan untuk kebutuhan SPPG.

Meski demikian, fluktuasi harga bahan pangan juga perlu menjadi perhatian. Pengelolaan pasokan harus dilakukan dengan baik agar kebutuhan bahan baku SPPG tetap terjaga.

Ali berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga pengelolaan MBG secara menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi hingga distribusi.

Dengan pengelolaan yang baik, penyediaan makanan bergizi bagi siswa diharapkan dapat berjalan optimal sekaligus mengurangi potensi makanan yang terbuang.

Tag:
Penulis: RUDI YUNI Editor: JAOHAR