PERISTIWA

Resmi Dilantik, HIPMI Trenggalek Punya Misi Inovasi dan Prestasi Berwirausaha

×

Resmi Dilantik, HIPMI Trenggalek Punya Misi Inovasi dan Prestasi Berwirausaha

Sebarkan artikel ini
Prosesi pelantikan HIPMI Trenggalek bersama 13 BPC HIPMI se Jawa Timur

SUARATRENGGALEK.COM – Resmi dilantik, Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Trenggalek periode 2024-2027 bakal memberi warna baru.
resmi dilantik, Sabtu (27/7/2024).

Dengan tema Muda Beraksi, Jawa Timur Berprestasi, HIPMI Trenggalek punya misi mampu berinovasi dan berprestasi diberbagai bidang serta mampu meningkatkan kompetensi, kreativitas dan jiwa kewirausahaannya.

“Muda Beraksi, Jawa Timur Berprestasi menjadi misi besar kami yang relevan,” kata Feri Bagus Setiawan selaku Ketua BPC HIPMI Trenggalek periode 2024-2027.

Bagus sapaan akrab Ketua HIPMI yang murah senyum tersebut juga menegaskan bahwa HIPMI harus mampu memiliki inovasi dan prestasi diberbagai bidang serta mampu  meningkatkan kompetensi, kreativitas dan jiwa kewirausahaannya.

Dengan tema yang sangat relevan, HIPMI harus mampu memiliki inovasi dan prestasi diberbagai bidang. Kami semua Pengurus BPC se Jawa Timur  akan terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dan jiwa kewirausahaan.

“Saat ini pmuda merupakan tulang punggung bangsa, dengan semangat muda HIPMI harus berkomitmen untuk terus berkontribusi nyata,” ungkapnya.

Dalam setiap pembangunan dan kemajuan di Jawa Timur, pemuda merupakan tulang punggung bangsa. Melalui semangat muda harus berkomitmen untuk terus berkontribusi nyata dalam pembangunan dan kemajuan di Jawa Timur.

Selain itu ia juga berpesan, pelantikan bersama ini diharapkan mampu memperkuat sinergitas kolaborasi antar anggota HIPMI dalam mewujudkan visi dan misi HIPMI kedepan.

“Kami berharap pengurus periode ini mampu memperkuat sinergitas kolaborasi antar anggota HIPMI, terutama semangat untuk periode 2024-2027, mari maju bersama,” harapnya.

Prosesi pelantikan ini bertempat di Graha Kamar Dagang dan Industri Provinsi Jawa Timur yang ditandai dengan penyerahan bendera pataka HIPMI oleh Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur (Rois Sunandar Maming).

Pelantikan bersama yang di selenggarakan oleh BPD HIMPI Jawa Timur bersama dengan 13 BPC HIPMI lainnya.

Dari 13 BPC HIPMI se Jawa Timur yang mengikuti prosesi pelantikan, BPC HIPMI Trenggalek terpilih sebagai Perwakilan sambutan Ketua Umum.

13 BPC HIPMI yang mengikuti prosesi pelantikan tersebut antara lain:

1. BPC HIPMI Kabupaten Blitar
2. BPC HIPMI Kabupaten Madiun
3. BPC HIPMI Kabupaten Malang
4. BPC HIPMI Kabupaten Ngawi
5. BPC HIPMI Kabupaten Pasuruan
6. BPC HIPMI Kabupaten Ponorogo
7. BPC HIPMI Kabupaten Sidoarjo
8. BPC HIPMI Kabupaten Trenggalek
9. BPC HIPMI Kabupaten Tulungagung
10.BPC HIPMI Kota Batu
11.BPC HIPMI Kota Madiun
12.BPC HIPMI Kota Pasuruan
13.BPC HIPMI Kota Probolinggo

Trenggalek
PERISTIWA

Perhutani Trenggalek Siaga Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan, Gunung Orak Arik Jadi Titik Rawan

Inti Berita:
Perhutani dan instansi terkait siaga hadapi kemarau panjang 2026
Puncak kemarau diprediksi terjadi Juli–Agustus
Titik rawan kebakaran: Gunung Orak-Arik, Jaas, dan Gembleb
Pembakaran lahan jadi pemicu utama kebakaran
Antisipasi kekeringan dilakukan dengan penambahan sumber air dan biopori

SUARA TRENGGALEK – Perhutani bersama sejumlah instansi di Kabupaten Trenggalek meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan kekeringan yang diprediksi meningkat saat musim kemarau 2026.

Wakil Kepala KPH Perhutani Kediri Selatan, Hermawan, mengatakan langkah antisipasi dilakukan menyusul peringatan adanya fenomena kemarau panjang yang dipengaruhi perubahan iklim global.

“Ini bagian dari kesiapsiagaan perubahan iklim. Kita mendapat arahan langsung, termasuk dari Wakapolri, untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang tahun ini,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Menurut Hermawan, koordinasi lintas sektor telah dilakukan bersama Polres Trenggalek, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, hingga instansi terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memaparkan prediksi puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026.

Sebagai langkah awal, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, terutama terkait larangan membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kita lakukan edukasi bersama BPBD, termasuk pemasangan banner, flyer, dan kampanye di media sosial agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar,” jelasnya.

Hermawan mengungkapkan, sejumlah titik rawan kebakaran di Trenggalek telah dipetakan. Di antaranya kawasan Gunung Orak-Arik, Gunung Jaas, serta wilayah perbukitan di sekitar Desa Gembleb.

Menurutnya, aktivitas pembakaran lahan oleh masyarakat saat persiapan tanam menjadi salah satu pemicu utama kebakaran hutan.

“Biasanya lahan dibersihkan lalu dibakar. Ini yang menjadi pemicu kebakaran, apalagi saat angin kencang api bisa merambat ke kawasan hutan,” ujarnya.

Selain kebakaran, potensi kekeringan juga menjadi perhatian serius. Hermawan menyebut pihaknya telah berkoordinasi untuk mengantisipasi krisis air seperti yang terjadi pada 2024 lalu.

Upaya yang dilakukan antara lain memperbanyak titik penampungan air, termasuk pembuatan biopori serta inventarisasi sumber mata air di kawasan hutan.

“Kita inventarisasi mata air yang ada untuk mendukung daerah yang berpotensi mengalami kekeringan, seperti wilayah Panggul dan sekitarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana tersebut.

“Kita harus bahu-membahu agar kejadian kekeringan seperti tahun 2024 tidak terulang,” tegasnya.

Hermawan juga menyoroti potensi kebakaran di kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga, khususnya di wilayah Gunung Orak-Arik.

Area tersebut dinilai rawan karena berada di atas lahan perkebunan milik warga yang kerap dibersihkan dengan cara dibakar.

“Yang paling rawan itu di Orak-Arik karena dekat dengan permukiman. Kalau pembakaran di kebun tidak diawasi, apinya bisa merambat ke atas,” ujarnya.

Selain itu, kawasan Gunung Jaas juga menjadi perhatian karena banyaknya bambu kering yang mudah terbakar.

Ia bahkan menyinggung kasus kebakaran sebelumnya yang diduga dipicu oleh aktivitas manusia.

Dengan berbagai langkah tersebut, Perhutani berharap potensi kebakaran hutan dan kekeringan di Trenggalek dapat ditekan sejak dini.