Inti Berita:
• Polres Trenggalek dan Dinkes merespon insiden dugaan keracunan masal usai hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan.
• Petugas telah mengambil sampel sisa bumbu, gulai, dan air sumur untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian.
○ Tim Sidokkes Polres Trenggalek diterjunkan langsung untuk memberikan pendampingan medis serta memastikan penanganan korban berjalan profesional.
SUARA TRENGGALEK – Kepolisian bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek bergerak cepat merespon insiden dugaan keracunan yang dialami sejumlah warga setelah menghadiri hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, pada 6 Oktober 2026.
Untuk saat ini pihak terkait belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian tersebut, karena masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel yang telah diambil.
Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya melalui Kasihumas AKP Katik mengatakan, Polsek Pogalan bersama sejumlah pemangku kepentingan telah mendatangi lokasi kejadian untuk menggali informasi terkait peristiwa tersebut.
Petugas juga mengunjungi sejumlah warga yang menjalani perawatan di klinik kesehatan maupun puskesmas setempat.
“Jadi pada tanggal 6 Oktober yang lalu, salah satu warga Desa Kedunglurah melaksanakan hajatan aqiqoh cucunya. Belakangan diketahui bahwa setelah selesai acara ada beberapa warga yang mengeluh mual, pusing dan mengalami diare,” ungkap AKP Katik.
Menindaklanjuti kejadian itu, kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek dan Puskesmas Pogalan untuk membantu pemeriksaan serta pengobatan warga yang mengalami keluhan kesehatan.
Petugas juga mengambil sampel sisa bumbu, gulai, dan air sumur untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui kemungkinan penyebab kejadian tersebut.
“Untuk penyebabnya masih belum diketahui. Menunggu hasil uji lab dari sampel yang telah diambil,” imbuhnya.
Selain melakukan serangkaian proses, Polres Trenggalek juga menerjunkan personel dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) serta Klinik Pratama Bhayangkara.
Langkah itu dilakukan untuk membantu pemeriksaan kesehatan dan memberikan pendampingan kepada warga terdampak.
AKP Katik menegaskan, kepolisian berupaya membantu para korban sekaligus memastikan penanganan lanjutan dilakukan secara profesional.
“Kita berupaya bagaimana membantu para korban secara maksimal. Demikian pula dengan langkah tindak lanjut lainnya, kita lakukan secara profesional dan transparan,” pungkasnya.











