SUARA TRENGGALEK – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek pada tahun 2025 naik dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, Kepala Diskomidag Trenggalek, Saniran, menilai capaian tersebut tetap menunjukkan tren positif karena mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pendapatan Asli Daerah Diskomidag tahun 2025 kami upayakan maksimal. Sumber PAD berasal dari tiga subjek, yakni jasa umum, jasa usaha, dan lain-lain pendapatan yang sah,” ujar Saniran.
Ia menjelaskan, pada tahun 2024 realisasi PAD Diskomidag berada di angka Rp 2,8 miliar. Sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp3,2 miliar atau naik sekitar 12 persen.
“Alhamdulillah, pendapatan kami di tahun 2025 ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 2,8 miliar,” jelasnya.
Saniran mengungkapkan, kontribusi terbesar PAD Diskomidag masih berasal dari sektor jasa umum karena jumlah objek retribusinya relatif banyak. Namun, peningkatan paling signifikan justru terjadi pada sektor retribusi jasa usaha.
“Peningkatan jasa usaha itu berasal dari kios dan ruko di luar pasar, seperti di kawasan belakang Tenesan, Jagalan, Jwalita, hingga depan Polres. Itu masuk kategori jasa usaha,” terangnya.
Sementara itu, sektor jasa umum diakui belum mengalami pertumbuhan signifikan. Saniran menyebut kondisi ekonomi regional yang cenderung stagnan serta masih adanya tunggakan retribusi menjadi faktor penghambat.
“Untuk jasa umum pertumbuhannya relatif kecil. Secara regional ekonomi stagnan, ditambah masih ada piutang retribusi karena pengguna jasa belum melunasi kewajibannya,” katanya.
Ia berharap piutang retribusi tersebut dapat tertagih pada Januari 2026 agar tidak menimbulkan denda keterlambatan.
“Kami berharap piutang ini bisa tertagih di Januari, sehingga tidak terkena denda satu persen. Kami mengimbau wajib pajak jasa umum, khususnya pasar, untuk segera melakukan pembayaran dan menghubungi petugas kami,” pungkas Saniran.











