SUARA TRENGGALEK – Rasa haru dan syukur dirasakan Sulam, warga Desa Ngerdani, Kecamatan Dongko, Trenggalek yang anaknya terpilih mengikuti program kuliah Diploma 2 (D2) gratis di Korea Selatan.
Sulam, yang sehari-hari bekerja sebagai petani, mengaku tak pernah membayangkan anaknya bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek, khususnya Bupati Trenggalek, atas kesempatan yang diberikan kepada putranya.
“Saya sebagai orang desa tidak bisa membayangkan anak kami bisa melanjutkan kuliah ke Korea Selatan. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan semua pihak yang telah mendidik dan membimbing anak kami,” ujarnya.
Ia berharap anaknya dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air, serta mampu membawa nama baik daerah dan keluarga.
Menurut Sulam, program kuliah gratis tersebut sangat membantu masyarakat kecil seperti dirinya. Ia mengaku biaya untuk berangkat ke Korea Selatan secara mandiri sangat berat dan di luar kemampuan ekonomi keluarga.
“Kalau berangkat sendiri sangat berat. Sudah banyak yang mencoba lewat jalur lain, bahkan sampai menjual tanah atau harta benda, tapi akhirnya gagal. Program dari pemerintah daerah ini sangat bermanfaat sekali,” katanya.
Diberangkatkan Bupati Trenggalek
Sebelumnya, pada Selasa (10/2/2026), Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin secara resmi memberangkatkan sembilan pemuda asal Trenggalek untuk menempuh pendidikan D2 gratis di University of Gyeongnam Namhae, Korea Selatan.
Program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan pihak universitas melalui PT Intersolusi Indonesia.
Selain mendapatkan fasilitas kuliah gratis, para peserta juga dipersiapkan untuk memperoleh penempatan kerja di Korea Selatan setelah lulus.
Prosesi pelepasan dilaksanakan di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, dengan rencana keberangkatan pada awal Maret 2026.
Bupati yang akrab disapa Mas Ipin menjelaskan, para peserta akan menempuh pendidikan pada jurusan Teknik Pertahanan dan Artificial Intelligence (AI).
Sebelumnya, mereka telah mengikuti kursus bahasa Korea selama empat bulan hingga dinyatakan lulus ujian bahasa dan seleksi masuk perguruan tinggi.
Dari total 16 peserta yang diberangkatkan dari Indonesia, sembilan di antaranya berasal dari Trenggalek. Salah satu peserta, Arya, bahkan meraih nilai terbaik dengan predikat transfer perfect.
Pemerintah daerah menegaskan program ini menggunakan skema blended matching, yakni dibiayai penuh oleh pemerintah pada tahap awal, serta akan dikembangkan dengan skema subsidi agar semakin banyak pemuda dapat mengikuti program serupa.











