PERISTIWA

Masyarakat Diminta Berani Awasi Program MBG, Gerindra Trenggalek Bakal Buka Posko Aduan

×

Masyarakat Diminta Berani Awasi Program MBG, Gerindra Trenggalek Bakal Buka Posko Aduan

Sebarkan artikel ini
Gerindra Trenggalek
Ketua DPC Gerindra Trenggalek, Adib Patoni saat menyampaikan upaya pengawalan program presiden di daerah.

SUARA TRENGGALEK – Maraknya keluhan soal menu pada program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek mendapat tanggapan serius Partai Gerindra.

Menanggapi hal tersebut, DPC Partai Gerindra Trenggalek malah meminta dan mendorong masyarakat untuk berani menyampaikan dan melaporkan dugaan penyimpangan sebagai bentuk pengawasan.

Ketua DPC Partai Gerindra Trenggalek, Adib Patoni mendorong masyarakat untuk tidak takut melaporkan dugaan penyimpangan program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap keberhasilan program pemerintah.

“Enggak usah takut, kalau memang masyarakat betul dan memang program itu tidak betul dan diselewengkan ya harus kita laporkan karena ini suatu wujud kontribusi masyarakat dalam pengawasan program Bapak Presiden,” ujarnya.

Menurut Adib, keterbukaan informasi saat ini harus dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila menemukan ketidaksesuaian di lapangan.

“Enggak usah takut, memang zamannya zaman terbuka,” tegasnya, Sabtu (27/3/2026).

Ia menambahkan, Partai Gerindra mendukung penuh pengawasan terhadap program pemerintah agar tepat sasaran dan sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan.

“Sangat mendukung, memang harus mengawasi, harus mendukung karena program itu harus kita kawal penuh, harus tepat sasaran sesuai agenda,” katanya.

Terkait keluhan pelaksanaan MBG selama bulan Ramadan, Adib menjelaskan bahwa program tersebut tetap berjalan sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak-juknis) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kalau sesuai juklak juknis itu kan sudah diatur di dalam BGN, termasuk terkait makanan kering. Yang jelas program itu selama puasa tetap berlanjut,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa apabila terdapat mitra pelaksana yang tidak menjalankan program sesuai aturan, maka harus dilaporkan.

“Apabila mitra itu tidak menyampaikan kepada masyarakat sesuai dengan juklak juknis harus kita laporkan kalau memang itu tidak betul,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan pengawasan, Adib menyebut pihaknya berencana membuka posko pengaduan di kantor DPC Gerindra Trenggalek setelah program berjalan penuh.

“Insyaallah nanti setelah terlaksana program 100 persen, kami di kantor Partai Gerindra akan mengadakan posko aduan terkait program-program Bapak Presiden apabila nanti tidak sesuai dengan acuan pemerintah,” pungkasnya.