Inti Berita:
• Kebakaran melanda lahan Perum Perhutani Petak 114 C RPH Durenan di Dusun Ngrandu, Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Trenggalek, pada Selasa (15/9/2026).
• Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 10.00 WIB di atas TPU Desa Kendalrejo dan sempat merembet ke arah puncak Gunung Tunggangan.
• Tim gabungan dari TNI, Polri, Perhutani, dan relawan BPBD Trenggalek berhasil memadamkan api sekitar pukul 14.20 WIB menggunakan metode manual (gepyok) serta pembuatan sekat/ilaran.
SUARA TRENGGALEK – Kebakaran melanda lahan milik Perum Perhutani di Petak 114 C RPH Durenan, BKPH Trenggalek, KPH Kediri Selatan, Selasa (15/9/2026). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menerangkan kebakaran terjadi di lahan dengan luas baku sekitar 3 hektare yang berada di wilayah administratif RT 14/RW 06, Dusun Ngrandu, Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan.
“Vegetasi di lokasi berupa pohon jati, mahoni, bambu, serta tanaman kayu keras lainnya,” jelasnya.
Disampaikan Triadi, tanaman tersebut tercatat sebagai tanaman tahun 2020 dengan klas hutan KHDPK. Titik api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 10.00 WIB.
Warga pertama kami melihat kebakaran di lahan Perhutani yang berada di atas tempat pemakaman umum (TPU) Desa Kendalrejo.
“Sekitar pukul 10.30 WIB, tim gabungan dari TNI, Polri, Perhutani, dan relawan BPBD mendatangi lokasi,” paparnya.
Sedangkan upaya pemadaman dilakukan menggunakan alat seadanya, di antaranya dengan cara memukul api menggunakan ranting atau gepyok serta membuat sekat/ilaran.
Pada pukul 13.00 WIB, api diketahui merembet ke arah puncak Gunung Tunggangan. Tim gabungan kemudian melakukan pemantauan karena kondisi lokasi cukup terjal.
“Jarak titik kebakaran dengan bukit Tunggangan sekitar 80 meter,” ungkapnya.
Triadi juga menerangkan pemantauan terus dilakukan hingga pukul 14.20 WIB. Tim gabungan memastikan titik api telah padam.
Akibat kejadian tersebut, tidak terdapat korban. Sedangkan kerugian materiil berupa lahan Perhutani seluas sekitar 1 hektare yang terbakar, dengan vegetasi berupa pohon jati, mahoni, dan bambu.
“Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat terkait. Tim juga melakukan pendataan kerugian dan pemantauan lokasi,” imbuhnya.
Imbauan petugas serta patroli kepada warga dan penggarap lahan hutan juga dilakukan agar tidak membakar sampah sembarangan, mengingat kondisi kemarau yang rentan memicu kebakaran.











