SUARA TRENGGALEK – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Sabtu (31/1/2026).
Agenda ini digelar untuk memilih ketua umum baru untuk meneruskan masa periode 2024–2028, menyusul pengunduran diri Ketua Umum KONI Trenggalek sebelumnya, Nurhadi pada 1 Agustus 2025.
Sekretaris Umum KONI Jawa Timur, Akmal Budianto, menegaskan bahwa pelaksanaan Musorkablub tersebut telah sesuai dengan mekanisme organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
“Kalau ada ketua umum yang berhalangan tetap, baik karena meninggal dunia, sakit yang tidak bisa sembuh, atau mengundurkan diri, itu masuk kategori berhalangan tetap. Maka harus dilakukan musyawarah olahraga luar biasa untuk memilih ketua umum yang baru,” ujar Akmal.
Menurut Akmal, pengunduran diri Nurhadi secara otomatis menjadikan Musorkablub sebagai langkah yang wajib dan tidak dapat ditawar.
“Ini harga mati. Aturan organisasi mengatur seperti itu, jadi harus dilaksanakan Musorkablub,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Musorkablub KONI Trenggalek menjadi yang pertama digelar di Jawa Timur pada tahun 2026. Meski demikian, kondisi serupa sebelumnya juga pernah terjadi di sejumlah daerah lain.
“Untuk tahun ini baru Trenggalek. Kalau sebelumnya ada beberapa daerah, seperti Malang, yang ketuanya juga mengundurkan diri,” jelas Akmal.
Menanggapi capaian prestasi olahraga Kabupaten Trenggalek yang dinilai belum maksimal dalam dua gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) terakhir, Akmal mendorong kepengurusan KONI Trenggalek untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
“Setiap event pasti ada evaluasi. Dari hasil evaluasi itu bisa diketahui apa saja kekurangannya, apakah di kepengurusan, pelatih, atau atlet. Itu yang kemudian harus diperbaiki,” katanya.
Akmal berharap, ketua umum dan jajaran pengurus KONI Trenggalek yang terpilih melalui Musorkablub mampu menyusun program kerja jangka pendek maupun jangka panjang secara terukur guna meningkatkan prestasi olahraga daerah.
“Kami mendorong agar penggantian ketua ini benar-benar memberikan harapan baru, sehingga prestasi olahraga di Trenggalek bisa meningkat ke depan,” pungkasnya.
Musorkablub KONI Trenggalek diharapkan menjadi momentum konsolidasi seluruh cabang olahraga di Kabupaten Trenggalek untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan capaian prestasi di tingkat regional maupun provinsi.











