PERISTIWA

13.326 KK di Trenggalek Terdampak Kekeringan, Total 39.423 Jiwa di 66 Desa Butuh Air Bersih

×

13.326 KK di Trenggalek Terdampak Kekeringan, Total 39.423 Jiwa di 66 Desa Butuh Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Distribusi air bersih oleh BPBD Trenggalek di Kecamatan Panggul.
Inti Berita:
• Sebanyak 60 desa di 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek terdampak kekeringan, memengaruhi 13.326 KK atau 39.423 jiwa.
​• BPBD Trenggalek telah mendistribusikan 3,06 juta liter air bersih melalui 638 rit pengiriman ke 55 desa terdampak, dengan wilayah terbanyak di Kecamatan Panggul.
​○ Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan logistik berupa 80 tandon air, 225 jeriken, dan 81 terpal untuk membantu penampungan air warga.

SUARA TRENGGALEK – Dampak kekeringan di Kabupaten Trenggalek terus meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek per 6 Oktober 2026, sebanyak 60 desa di 14 kecamatan terdampak kekeringan.

Kondisi tersebut berdampak terhadap 13.326 kepala keluarga (KK) atau 39.423 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BPBD bersama sejumlah pihak terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Hingga 6 Oktober 2026, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 3.065.000 liter melalui 638 rit pengiriman.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek sekaligus Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan data tersebut merupakan akumulasi wilayah terdampak kekeringan dan penanganan distribusi air bersih yang telah dilakukan.

“Data kekeringan sampai 6 Oktober 2026 tercatat ada 14 kecamatan dan 60 desa terdampak, dengan 13.326 KK atau 39.423 jiwa. Untuk distribusi air bersih sudah mencapai 3.065.000 liter melalui 638 rit,” kata Triadi.

Dari 14 kecamatan tersebut, Panggul menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak, yakni 13 desa.

Kemudian Tugu delapan desa, Pogalan dan Watulimo masing-masing enam desa, Dongko dan Trenggalek masing-masing lima desa.

Selanjutnya, Kampak dan Bendungan masing-masing empat desa. Sementara Karangan, Pule, Suruh, dan Durenan masing-masing tercatat dua desa terdampak. Gandusari dan Munjungan masing-masing satu desa.

Distribusi air bersih telah dilakukan di seluruh 14 kecamatan terdampak. Berdasarkan data BPBD, penyaluran tersebut telah diterima di 55 desa.

Panggul menjadi wilayah dengan distribusi air terbanyak, mencapai 1.596.000 liter melalui 326 rit.

Berikutnya Dongko sebanyak 392.000 liter melalui 81 rit, Kampak 102.000 liter melalui 24 rit, Bendungan 192.000 liter melalui 48 rit, Tugu 158.000 liter melalui 31 rit, dan Watulimo 220.000 liter melalui 55 rit.

Distribusi di Pogalan mencapai 155.000 liter melalui 26 rit, Trenggalek 120.000 liter melalui 21 rit, Gandusari 52.000 liter melalui sembilan rit, Suruh 34.000 liter melalui delapan rit, dan Munjungan 20.000 liter melalui empat rit.

Kemudian Pule menerima 8.000 liter melalui dua rit, Karangan 12.000 liter melalui dua rit, serta Durenan 4.000 liter melalui satu rit.

Selain air bersih, BPBD Trenggalek juga menyalurkan sejumlah logistik untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan.

Sebanyak 80 tandon telah didistribusikan untuk masyarakat di 39 desa. Kemudian 225 jeriken disalurkan ke 24 desa dan 81 terpal ke 24 desa.

Triadi mengatakan penanganan kekeringan dilakukan dengan menyalurkan bantuan ke wilayah yang membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan.

“Distribusi air bersih terus dilakukan ke wilayah yang membutuhkan. Sampai saat ini total air yang sudah didistribusikan sebanyak 3.065.000 liter atau 638 rit, dan sudah diterima di 55 desa pada 14 kecamatan,” ujarnya.

Dengan masih adanya wilayah yang terdampak kekeringan, distribusi air bersih terus menjadi salah satu bentuk penanganan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kekurangan air berlangsung.