SUARA TRENGGALEK – Proses penanganan tanah longsor di KM 16 jalan nasional Trenggalek–Ponorogo terus dalam proses pemetaan.
Petugas gabungan dari TNI-Polri, BPBD, Basarnas hingga relawan kebencanaan dikerahkan untuk membantu evakuasi serta pembersihan material longsor.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki yang meninjau langsung lokasi bersama jajaran Forkopimda mengatakan, pihaknya telah menurunkan Satgas Bencana dari Satsamapta dan Satlantas guna memperkuat personel di lapangan.
“Anggota sudah kita kerahkan sejak kemarin sore. Namun karena situasi yang tidak memungkinkan, tanah yang masih labil dan cuaca yang kurang bersahabat, upaya pembersihan baru bisa dilaksanakan hari ini,” ungkapnya.
Untuk mempercepat proses pembersihan, sejumlah alat berat diterjunkan ke lokasi, termasuk satu unit breaker yang difungsikan untuk memecah batu berukuran besar.
Sementara itu, tim Basarnas melakukan pemetaan di bagian atas tebing guna memastikan tingkat kelabilan tanah serta mengantisipasi potensi longsor susulan.
“Sampai dengan saat ini proses penanganan masih berjalan. Untuk arus lalu lintas sementara masih ditutup total. Anggota kita tempatkan di beberapa titik untuk pengaturan dan penjagaan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres bersama Forkopimda juga mengecek jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat selama proses pembersihan berlangsung.
Kendaraan dari arah Trenggalek menuju Ponorogo dapat melintasi area Bendungan Nglinggis, namun hanya diperuntukkan bagi kendaraan berukuran kecil.
Sedangkan kendaraan dari arah Ponorogo menuju Trenggalek dapat melalui Kampung Baru, Desa Nglinggis.
“Mengingat jalan nasional Trenggalek-Ponorogo ini merupakan jalur utama dan vital, kita upayakan proses pembersihan dilakukan secara cepat dan aman,” pungkasnya.
Hingga kini, jalur nasional tersebut masih belum dapat dilalui dan petugas terus bersiaga untuk memastikan keamanan selama proses penanganan berlangsung.











