SUARA TRENGGALEK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Trenggalek mulai memanaskan mesin politik lebih awal untuk menghadapi Pemilu 2029.
Partai berlambang kepala burung garuda itu menargetkan perolehan dua kursi di setiap daerah pemilihan (dapil) dari 6 dapil di Trenggalek.
Ketua DPC Gerindra Trenggalek, Adib Patoni menyampaikan bahwa persiapan telah dimulai sejak 2026 sesuai instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
“Untuk target politik tahun 2029, insyaallah mulai 2026 ini kami sudah memanaskan mesin politik. Kami pasang target di setiap dapil itu dua kursi,” ujar Adib, Rabu (11/2/2026).
Dengan enam dapil di Kabupaten Trenggalek, Gerindra membidik total 12 kursi DPRD pada Pemilu 2029 mendatang.
“Dua kursi per dapil, Kalau enam dapil berarti 12 kursi,” tegasnya.
Bidik Pimpinan DPRD Trenggalek
Saat ditanya mengenai kemungkinan mengincar kursi pimpinan DPRD, termasuk posisi wakil ketua, Adib menyatakan pihaknya akan membuktikan melalui capaian elektoral.
“Kalau itu nanti kita buktikan saja,” katanya singkat.
Menurut Adib, penguatan struktur partai menjadi fokus utama dalam beberapa tahun ke depan.
Konsolidasi terus dilakukan mulai dari tingkat DPC hingga anak ranting untuk memastikan kesiapan menghadapi kontestasi politik.
“Mulai 2026 kita tata jaringan dari tingkat DPC sampai anak ranting,” jelasnya.
Terkait Pilkada 2029 yang diperkirakan tanpa petahana (incumbent), Adib menyebut Gerindra akan melihat dinamika dan aspirasi masyarakat.
“Kalau memang nanti masyarakat menghendaki, Gerindra siap,” ujarnya.
Fokus Kawal Program Presiden
Selain mempersiapkan target politik, DPC Gerindra Trenggalek saat ini juga menegaskan komitmennya dalam mengawal program Presiden Prabowo Subianto di daerah.
Adib mengatakan sebagai kader partai sekaligus pimpinan fraksi di DPRD, pihaknya berkewajiban memastikan program pemerintah berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Program-program pemerintah harus kita kawal,” tegasnya.
Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta berbagai bantuan sosial untuk masyarakat.
Untuk progres di Trenggalek, Adib menyebut pelaksanaan program MBG dinilai berjalan baik dan terus berkembang.
Sementara itu, program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disebut hampir terpenuhi dan kini tengah berproses, termasuk pembangunan sekolah rakyat.
“Insyaallah progresnya sudah bagus dan terus berjalan,” pungkasnya.











