PERISTIWA

Beni Kusuma Wardani Resmi Terpilih Sebagai Ketua PMII Trenggalek

×

Beni Kusuma Wardani Resmi Terpilih Sebagai Ketua PMII Trenggalek

Sebarkan artikel ini
PMII Trenggalek
Ketua PC PMII Trenggalek, Beni Kusuma Wardani. (tengah)

SUARA TRENGGALEK – Beni Kusuma Wardani resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Trenggalek.

Beni merupakan kameramen film dokumenter Tambang Emas Ra Ritek yang meraih anugerah di Festival Film Indonesia 2025,

Beni terpilih sebagai Ketua PC PMII Trenggalek secara aklamasi dalam Konferensi Cabang (Konfercab) ke-17 yang digelar pada Selasa (17/02/2026).

Berbekal Pengalaman dan Dukungan

Beni mengungkapkan, keputusannya maju sebagai calon ketua didorong oleh pengalaman organisasi yang dimilikinya serta dukungan dari para kader PMII Trenggalek.

Ia menegaskan bahwa program kerja internal dan eksternal organisasi memiliki keterkaitan yang erat.

Menurutnya, proses kaderisasi di internal PMII harus kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Soalnya zaman bergerak begitu cepat, sehingga harus lebih sering-sering melakukan penyesuaian. Kami berkomitmen untuk menyiapkan kader-kader PMII Trenggalek yang siap berkontribusi ke masyarakat,” ujar Beni.

Ia menambahkan, kader PMII harus terus belajar agar mampu beradaptasi dengan dinamika sosial yang berkembang pesat.

Menurutnya, banyak kebijakan negara yang perlu dikritisi secara konstruktif oleh organisasi mahasiswa.

Soroti Kebijakan Pendidikan dan Tata Ruang

Beni mencontohkan sejumlah isu yang menjadi perhatian, mulai dari persoalan guru yang dinilai masih belum sejahtera.

Program makan bergizi gratis yang disebut berdampak pada pemotongan anggaran pendidikan, hingga konsep sekolah rakyat yang menurutnya perlu dikaji ulang urgensinya.

Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan tata ruang, seperti pembukaan area pertambangan, program food estate.

Serta rencana pendirian 63 gerai KDMP di Trenggalek yang disebut berada di atas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang kajiannya dinilai belum jelas.

“Di tengah masyarakat banyak kebijakan negara yang aneh-aneh, sementara masyarakat sendiri perlu waktu untuk memahami dan menyikapi,” tegasnya.

Tantangan Kaderisasi PMII Trenggalek

Ke depan, Beni melihat tantangan kaderisasi PMII terletak pada kemampuan beradaptasi dalam pola komunikasi, khususnya dengan kader baru yang mayoritas berasal dari generasi Z.

Ia mengamati bahwa Gen Z memiliki cara komunikasi yang beragam. Meski mampu membahas isu serius, pendekatan yang digunakan harus lebih sederhana dan komunikatif.

“Saya mengamati, Gen Z memang beragam cara komunikasinya. Mereka sangat bisa membicarakan hal serius namun harus dilakukan dengan cara sederhana. Meski saya juga Gen Z, ternyata setiap angkatan memiliki budaya komunikasinya masing-masing,” pungkasnya.