SUARA TRENGGALEK – Penanganan material longsor batu besar yang menutupi jalur nasional Trenggalek menuju Ponorogo tepatnya di kilometer 16 Desa Nglinggis masih dilakukan asesmen.
Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati karena dikhawatirkan adanya longsor susulan. Cuaca turut menjadi penentu upaya penanganan pembersihan material longsor di jalur tersebut.
Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo menyampaikan pihaknya telah melakukan asesmen di lokasi longsor yang menutup jalur nasional Trenggalek-Ponorogo di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu.
Bayu menjelaskan, sebelumnya jajaran Forkopimda Kabupaten Trenggalek telah menggelar briefing bersama terkait penanganan longsor yang memutus akses utama antarwilayah tersebut.
“Kami dari Basarnas bertugas sebagai backup safety atau safety officer untuk mendukung jalannya pembersihan jalur darat ini sampai dinyatakan selesai dan aman terkendali,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, Bayu menemukan beberapa titik longsoran di area tebing atas lokasi utama.
Selain titik longsor besar yang material batunya menutup badan jalan, terdapat longsoran baru di sisi kanan serta titik lain di sekitarnya.
“Tadi ada beberapa titik longsoran. Yang terbesar itu batu besar yang menutup jalan dan di sebelah kanannya ada longsoran baru, kemudian di sebelahnya lagi juga ada longsoran baru,” jelas Bayu.
Terkait upaya keselamatan, Bayu akan memastikan seluruh personel yang bekerja di sekitar titik longsor menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Koordinasi juga dilakukan bersama Forkopimda serta instansi teknis.
Disampaikannya, Pihak PUPR menurunkan tiga unit ekskavator termasuk satu unit breaker untuk memecah batu berukuran besar. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap.
“Kita bersihkan dulu puing-puing batu yang kecil. Setelah itu breaker masuk untuk memecah batu yang besar, baru kemudian kita eksekusi,” terangnya.
Bayu tidak menampik adanya potensi longsor susulan. Namun demikian, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi, terutama terkait perubahan cuaca.
“Yang kami khawatirkan tetap cuaca. Ketika nanti cuaca berubah, gerimis atau hujan, semua personel akan kita tarik dulu demi keselamatan,” tegasnya.
Hingga saat ini, pemetaan proses pembersihan masih berlangsung dengan pengawasan ketat guna memastikan keamanan petugas serta meminimalkan risiko longsor lanjutan.











