SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berupaya mengisi kuota penerimaan siswa Sekolah Rakyat, khususnya bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Dari total kuota 50 siswa jenjang SD, hingga kini baru terisi 23 siswa. Sementara untuk jenjang SMP, seluruh kuota telah terpenuhi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Trenggalek, Christina Ambarwati menyatakan pihaknya menggencarkan langkah jemput bola dengan menyasar langsung rumah calon siswa.
Kegiatan itu dilakukan bersama tim dari SDM Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), serta Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek.
“Kami bergerak bersama karena ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjamin hak pendidikan semua anak, khususnya mereka yang rentan secara sosial dan ekonomi,” ujar Christina, Senin (21/7/2025).
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas asrama untuk siswa dan guru, serta ruang kelas berfasilitas modern. Program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus mendukung pengembangan karakter siswa.
Untuk sementara, proses belajar mengajar tahun ajaran 2025 akan berlangsung di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Trenggalek.
Pembangunan gedung permanen direncanakan di sebelah Pasar Basah Trenggalek, yang akan difungsikan sebagai pusat pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Trenggalek menargetkan seluruh kuota terisi sebelum tahun ajaran dimulai, sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan pendidikan yang adil dan inklusif di Trenggalek.