OLAHRAGA

Cabor Atletik Curi Perhatian, NPCI Trenggalek Raih 6 Medali di Kejuaraan Paralimpik Provinsi Jawa Timur 2026

×

Cabor Atletik Curi Perhatian, NPCI Trenggalek Raih 6 Medali di Kejuaraan Paralimpik Provinsi Jawa Timur 2026

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Foto bersama para atlet dan official usai pelaksanaan kejuaraan paralimpik provinsi.
Inti Berita:
• Kontingen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Trenggalek berhasil memboyong 6 medali (2 emas, 2 perak, 2 perunggu) dalam Kejuaraan Paralimpik Provinsi (Parprov) Jatim di Surabaya pada 18–20 September 2026.
​• Seluruh medali disumbangkan dari cabang olahraga (cabor) atletik, di mana atlet bernama Lalita sukses merebut dua medali emas (lempar cakram dan tolak peluru) serta satu perak (lempar lembing).
​• Atlet disabilitas netra Ilvi menyumbang satu perunggu, sementara Nadia berhasil meraih satu perak dan satu perunggu.

SUARA TRENGGALEK – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Trenggalek kembali torehkan prestasi enam medali dalam Kejuaraan Paralimpik Provinsi (PARPROV) yang digelar di Surabaya pada 18-20 September 2026.

Total medali yang diraih terdiri dari dua emas, dua perak dan dua perunggu. Seluruh medali tersebut disumbangkan dari cabang olahraga (cabor) atletik.

Ketua NPCI Kabupaten Trenggalek, Sugeng Suprayogo, mengatakan kontingen Trenggalek memberangkatkan 20 orang dalam ajang tersebut.

Mereka terdiri dari atlet dan official dari cabor atletik serta voli duduk.

“Untuk turnamen yang baru kita laksanakan yaitu tanggal 18 sampai 20 September kemarin yaitu kejuaraan Paralimpik Provinsi yang dilaksanakan di Surabaya,” kata Sugeng.

Dari jumlah tersebut, empat atlet berasal dari cabor atletik, delapan atlet dari voli duduk, sementara lainnya merupakan official.

Khusus cabor atletik, empat atlet yang diberangkatkan mampu menyumbangkan seluruh enam medali yang diraih NPCI Trenggalek.

Sugeng menjelaskan dari empat atlet tersebut memenangkan 4 kategori kejuaraan, dua medali emas diraih atlet kategori daksa lower atas nama Lalita.

Lalita meraih medali emas pada nomor lempar cakram dan tolak peluru. Selain itu, ia juga mendapatkan satu medali perak pada nomor lempar lembing.

Sementara atlet tunanetra bernama Ilvi berhasil meraih satu medali perunggu. Sedangkan Nadia menyumbangkan satu medali perak dan satu medali perunggu.

Di balik raihan medali tersebut, NPCI Trenggalek masih menghadapi sejumlah kendala dalam pembinaan atlet disabilitas.

Sugeng mengatakan salah satu kendala utama adalah keterbatasan pelatih yang benar-benar memiliki kemampuan menangani atlet disabilitas.

“Kendala kita, kita kesulitan khususnya mencari pelatih yang benar-benar bisa membidangi untuk anak-anak disabilitas. Itu kesulitan kita yang pertama,” ujarnya.

Menurutnya, proses pembinaan atlet disabilitas membutuhkan tenaga dan perhatian lebih dibandingkan pembinaan atlet pada umumnya.

Terlebih bagi atlet dengan disabilitas intelektual yang membutuhkan pendampingan sejak awal hingga akhir latihan maupun kegiatan.

“Apalagi disabilitasnya untuk disabilitas intelektual. Butuh pendampingan mulai awal dari sampai akhir, kemudian butuh segala sesuatunya mereka akan tidak bisa mandiri. Itu kendala kita,” jelasnya.

Kondisi tersebut juga menjadi tantangan tersendiri karena sebagian pengurus NPCI juga merupakan penyandang disabilitas.

“Dan pengurusnya juga pengurus disabilitas. Sama-sama disabilitasnya aja. Jadi kesulitan kami seperti itu,” ungkap Sugeng.

Saat ini, NPCI Kabupaten Trenggalek memiliki tiga pelatih yang dapat menangani atlet.

Satu pelatih merupakan pelatih lempar yang sebelumnya pernah berprestasi hingga tingkat nasional.

Sementara dua pelatih lainnya menangani nomor lari dan lompat dan berasal dari kalangan non-disabilitas.