Inti Berita:
• Perputaran transaksi 10 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Trenggalek mencatatkan nilai omzet total sebesar Rp613.287.800.
• Komoditas bahan pokok memegang porsi terbesar, didominasi beras medium SPHP kemasan 5 kg sebanyak 30.400 volume (pagu Rp334,4 juta) dan minyak goreng (Rp237,6 juta).
• KDMP Karangsoko Kecamatan Trenggalek mencatatkan nilai transaksi tertinggi dalam dashboard Simkopdes dengan capaian Rp460.350.000.
SUARA TRENGGALEK – Perputaran transaksi di sekitar 10 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Trenggalek telah mencapai Rp613.287.800.
Berdasarkan data dashboard Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) Jawa Timur, nilai transaksi tersebut didominasi komoditas bahan pokok, terutama beras medium SPHP kemasan 5 kilogram yang mencapai Rp334.400.000.
Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) Kabupaten Trenggalek, Pujianto mengatakan pihaknya saat ini melakukan pemantauan aktivitas KDKMP melalui dashboard Simkopdes.
Menurutnya, seluruh aktivitas KDKMP, termasuk pelaporan dan transaksi, diarahkan berbasis online. Sementara proses input data dilakukan oleh admin masing-masing KDKMP.
“Sebenarnya kami hanya memantau secara umum dari dashboard-nya simkopdes dan itu yang meng-input ketika melakukan laporan RAT dan sebagainya adalah dari pihak adminnya di KDKMP masing-masing,” kata Pujianto.
“Jadi memang dalam proses KDKMP ini semuanya berbasis online,” lanjutnya.
Pujianto menjelaskan, sistem tersebut juga mencakup pelaporan Rapat Anggota Tahunan (RAT) hingga transaksi harian.
“Baik itu laporan, transaksi, mungkin transaksi ke depan, transaksi hariannya itu juga akan secara online karena memang bentuk-bentuk sebagai peningkatan integritas, akuntabilitas, dan lain-lain seperti itu,” ujarnya.
Menurutnya, format laporan RAT juga telah tersedia dalam sistem sehingga proses pelaporan menjadi lebih sederhana dan minim penggunaan kertas.
“Format laporan RAT-nya juga sudah khusus sebenarnya. Sudah tinggal download atau input, di-download, selesai. Jadi lebih simpel dan paperless sebenarnya,” jelasnya.
Total Transaksi KDKMP Trenggalek
Ia juga menyampaikan, untuk total transaksi di sekitar 10 KDKMP di Trenggalek saat ini telah mencapai Rp613.287.800.
Dari total nilai transaksi Rp613.287.800 tersebut, beras medium SPHP kemasan 5 kilogram menjadi komoditas dengan nilai transaksi terbesar, yakni Rp334.400.000 dengan volume 30.400.
Kemudian minyak goreng tercatat memiliki nilai transaksi Rp237.600.800 dengan volume 16.184. Sedangkan gula DN mencapai Rp31.520.000 dengan volume 1.950. Selain itu, terdapat pula transaksi bahan pokok lainnya.
“Untuk transaksi berdasarkan yang diunggah oleh admin KDKMP, nilai terbesar tercatat di KDMP Karangsoko sebesar Rp460.350.000,” paparnya.
Kemudian KDMP Krandegan Kecamatan Gandusari sebesar Rp60.500.000, KDMP Tumpuk Kecamatan Tugu sebesar Rp51.322.000, dan KDMP Kedungsigit Kecamatan Karangan sebesar Rp38.262.400.
Meski nilai transaksi KDKMP telah mencapai lebih dari Rp 613 juta, angka tersebut tidak serta-merta dapat disebut sebagai keuntungan koperasi.
Nilai tersebut merupakan omzet atau perputaran transaksi yang tercatat dalam dashboard Simkopdes, bukan laba bersih yang masuk ke kas KDMP.
Perjalanan KDKMP Dalam Transaksi
Pujianto mengatakan, aktivitas usaha sejumlah KDMP tersebut sebenarnya telah berjalan sejak awal pembentukannya pada Juni 2025.
“Jadi memang selama ini mereka sudah dari awal ketika mereka berdiri sesuai basan hukum di Juni 2025 sudah ada aktivitas usaha mereka,” katanya.
Menurutnya, sebagian besar KDMP sebelumnya telah bekerja sama dengan Bulog. Selain itu, terdapat pula kerja sama dengan sejumlah vendor atau penyedia.
“Dulu bekerja sama dengan ada yang bekerja sama dengan Bulog dan mayoritas ini bekerja sama dengan Bulog. Ada juga dengan beberapa vendor atau penyedia,” ujarnya.
Namun, aktivitas tersebut sebagian mengalami penghentian seiring adanya regulasi baru dan belum ditempatinya gerai KDMP.
“Jadi memang sudah di awal itu memang sudah banyak yang melakukan operasional. Nggih. Walaupun mungkin sekarang terhenti karena dengan regulasi baru, kemudian mereka belum menempati gerainya itu,” jelasnya.
Bakal Dibina Agrinas Selama 2 Tahun
Pujianto juga menyebut rencana pengelolaan KDMP nantinya akan berkaitan dengan Agrinas selama dua tahun. Kondisi tersebut membuat sebagian pengurus masih membutuhkan pendampingan.
“Menurut Perpres 82 tahun 2006 juga akan dikelola oleh agrinas selama 2 tahun. Jadi mereka para pengurus ini merasa mereka bingung sebenarnya,” katanya.
Meski demikian, ia berharap adanya pendampingan tersebut justru dapat mendorong KDKMP untuk berkembang dan mampu menjalankan usaha secara mandiri.
“Tapi kita berharap dengan nanti ada mungkin pendampingan dari agrinas selama 2 tahun mereka malah bisa melakukan hal secara mandiri. Usai yang lebih maju dan lebih baik,” ujarnya.
Transaksi Beras SPHP
Terkait komoditas yang paling banyak ditransaksikan, Pujianto mengatakan beras menjadi salah satu komoditas terbesar yang tercatat dalam dashboard Simkopdes, disusul minyak goreng dan gula.
“Ya, seperti yang sudah terinput di Simkopdes. Ini yang terbesar adalah beras, kemudian minyak goreng, gula, dan beras premium. Beras itu ada beras SPHP dan juga ada beras premium,” jelasnya.
Menurut Pujianto, transaksi beras SPHP tersebut tidak terlepas dari konsep awal KDMP yang diberikan ruang untuk mengembangkan usaha masing-masing melalui kerja sama dengan BUMN, BUMD maupun pihak swasta.
“Beras SPHP karena memang awal dulu konsepnya masing-masing KDMP itu bisa memaksimalkan melaksanakan usahanya sendiri-sendiri, bekerja sama dengan BUMN, BUMD maupun pihak swasta,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah KDMP di Trenggalek sebelumnya telah menjalin kerja sama langsung dengan mitra, termasuk Bulog.
“Jadi di awal dulu kita sudah pernah keliling dengan mitra-mitra dari BUMN, dari misalnya Bulog untuk bekerja sama, dan itu sebenarnya mereka sudah pernah melaksanakan kerja sama secara langsung.,” ujarnya.











