Inti Berita:
• Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membakar sekitar dua hektare lahan Perhutani petak 110 B di Gunung Jolangkas, Desa Gador, Kecamatan Durenan, Trenggalek, pada Rabu (16/9/2026).
• Titik api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 09.00 WIB dan sempat merembet ke area lereng Gunung Jolangkas pada pukul 12.00 WIB.
• Tim gabungan TNI, Polri, Perhutani, relawan, dan BPBD Trenggalek berhasil memadamkan api secara manual menggunakan gepyok dan pembuatan ilaran hingga dipastikan padam pada pukul 14.30 WIB.
SUARA TRENGGALEK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Trenggalek.
Kali ini, api membakar sekitar dua hektare lahan Perhutani petak 110 B, Desa Gador, Kecamatan Durenan, tepatnya di atas Gunung Jolangkas, Rabu (16/9/2026).
Titik api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 09.00 WIB. Mendapat informasi tersebut, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek sekaligus Pj Sekda Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB untuk melakukan upaya pemadaman.
“Sekitar pukul 09.30 WIB, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Perhutani, relawan, dan BPBD mendatangi lokasi untuk melakukan upaya pemadaman,” kata Triadi.
Medan yang cukup terjal membuat proses pemadaman dilakukan secara manual. Petugas menggunakan ranting untuk melakukan gepyok serta membuat sekat atau ilaran guna menghambat pergerakan api.
Upaya tersebut dilakukan agar api tidak menjalar lebih luas. Namun, sekitar pukul 12.00 WIB, petugas mendapati api telah merembet menuju lereng Gunung Jolangkas.
“Pada pukul 12.00 WIB, api diketahui merembet ke lereng Gunung Jolangkas,” jelasnya.
Lokasi titik kebakaran berada sekitar 100 meter dari bukit Gunung Jolangkas. Kondisi medan yang terjal membuat tim gabungan melakukan pemantauan secara intensif sembari memastikan api tidak kembali meluas.
Setelah dilakukan pemantauan dan penanganan secara bertahap, sekitar pukul 14.30 WIB tim kembali melakukan pengecekan. Hasilnya, titik api dipastikan telah padam.
” Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian personel. Sementara itu, sekitar dua hektare lahan terbakar,” ungkapnya
Menurutnya, Vegetasi yang terdampak meliputi pohon jati, mahoni, akasia, dan bambu.
BPBD bersama tim gabungan mengimbau masyarakat maupun penggarap lahan di sekitar kawasan hutan untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran, serta ikut meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan yang rawan terjadi karhutla.











