PERISTIWA

SPPG Tamanan Trenggalek Lakukan Perbaikan, 2.000 Penerima Manfaat MBG Dialihkan

×

SPPG Tamanan Trenggalek Lakukan Perbaikan, 2.000 Penerima Manfaat MBG Dialihkan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala Korwil SPPI Trenggalek, Shiella saat dikonfirmasi awak media terkait perkembangan pencabutan suspend SPPG Tamanan.
Inti Berita:
• SPPG Tamanan Trenggalek
Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah belum mengajukan pencabutan status suspend usai ditemukannya bakteri pada sampel program Makan Bergizi Gratis (MBG).
​• Selama perbaikan sarana, prasarana, serta manajemen berlangsung, pelayanan untuk sekitar 2.000 penerima manfaat dialihkan ke SPPG terdekat.
​• Pengalihan layanan tetap mempertimbangkan persetujuan penerima manfaat, di mana untuk SMPN 1 Trenggalek sejauh ini belum kembali menerima MBG.

SUARA TRENGGALEKSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah hingga kini belum mengajukan pencabutan status suspend setelah hasil pemeriksaan laboratorium menemukan bakteri pada sampel makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah SPPI Trenggalek, Shiella Ammanda Yanu Fadilla, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium tersebut menjadi bahan evaluasi bagi SPPG Tamanan sebelum mengajukan pencabutan suspend.

Menurutnya, SPPG masih harus melakukan sejumlah perbaikan, baik pada sarana dan prasarana maupun aspek manajemen.

“Seperti hasil lab seperti ini, oh tindak lanjutnya seperti ini mengganti supplier, dia melakukan perbaikan sarana dan prasarana, dan apa belum menjadi perbaikan, oh ini harus dilakukan perbaikan,” kata Shiella.

Ia mengatakan proses perbaikan kualitas SPPG masih berlangsung. Karena itu, SPPG Tamanan belum mengajukan pencabutan status suspend.

“Tentunya soal perbaikan dari kualitas SPPG mulai dari sarana dan prasarana maupun secara manajemen, masih dilakukan sarpras, belum mengajukan pencabutan suspend,” ujarnya.

Penerima MBG Dialihkan ke SPPG Lain

Selama SPPG Tamanan belum kembali beroperasi, pelayanan MBG bagi penerima manfaat dialihkan ke SPPG lain di sekitar wilayah tersebut.

Shiella mengatakan langkah tersebut dilakukan agar tidak terjadi kekosongan pelayanan MBG.

“Iya dialihkan, ke SPPG terdekat kecuali yang paling penting menanyakan kepada penerima manfaat apakah dia mau menerima kembali, atau seperti apa, karena itu hak masing-masing jika mau menerima ya dilayani SPPG terdekat,” jelasnya.

Menurut Shiella, seluruh penerima manfaat yang sebelumnya mendapat layanan MBG dari SPPG Tamanan telah dialihkan ke SPPG lain.

“Semua penerima manfaat dari SPPG Tamanan kami alihkan ke SPPG lain sehingga tidak terjadi kekosongan pelayanan, kalau tidak salah penerima manfaat kurang lebih 2.000,” katanya.

Namun, khusus penerima manfaat di SMPN 1 Trenggalek, hingga kini belum kembali menerima MBG.

“SMPN 1 Trenggalek saat ini setahu saya belum menerima manfaat lagi sampai nanti informasi lanjutan,” ujarnya.

Shiella mengatakan keputusan penerima manfaat untuk kembali menerima MBG tetap dihormati.

“Kalau yang paling penting menghargai penerima manfaat, jika menerima kami layani, jika belum kami menghargai,” katanya.

Berawal dari 549 Penerima Manfaat Mengalami Keluhan

Kasus SPPG Tamanan bermula setelah makanan MBG dibagikan pada Selasa (11/8/2026).

Menu yang dibagikan saat itu terdiri atas nasi putih, ayam bumbu sate, tahu fantasi, bayam dan jagung, serta buah semangka.

Sehari setelah pembagian makanan, sejumlah penerima manfaat mulai mengalami gangguan pencernaan berupa nyeri perut, mual, muntah, dan diare.

Berdasarkan pendataan Satgas MBG Trenggalek hingga Kamis (13/8/2026), sebanyak 549 orang dilaporkan mengalami keluhan.

Rinciannya, 493 orang berasal dari SMPN 1 Trenggalek, 30 orang dari SDI Luqman Al Hakim, dan 26 penerima manfaat Posyandu Kelurahan Tamanan.

Salah satu siswa SDI Luqman Al Hakim berinisial SA (11) bahkan menjalani perawatan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek setelah mengalami muntah, diare, dan dehidrasi.

SA masuk IGD pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB dan kemudian dipindahkan ke ruang Dahlia sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah menjalani perawatan selama tiga hari, SA diperbolehkan pulang pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Hasil Laboratorium Temukan Dua Jenis Bakteri

Perkembangan kasus kemudian berlanjut dengan pemeriksaan sampel makanan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.

Hasil pemeriksaan yang diterima Satgas MBG Trenggalek pada 24 Agustus 2026 melalui surat bertanggal 20 Agustus 2026 menemukan Bacillus cereus pada sampel nasi putih dan Escherichia coli (E. coli) pada sampel semangka.

Sementara itu, sampel makanan lainnya, yakni ayam, bayam dan jagung, serta tahu fantasi, tidak ditemukan kuman berdasarkan keterangan Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto.

Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar evaluasi terhadap SPPG Tamanan.

Perbaikan sarana dan prasarana serta manajemen SPPG masih dilakukan sebelum pihak SPPG mengajukan pencabutan status suspend.

Hingga kini, SPPG Tamanan belum mengajukan pencabutan suspend. Sementara pelayanan MBG bagi penerima manfaatnya tetap dialihkan ke SPPG lain.

Tag:
Penulis: RUDI YUNI Editor: JAOHAR