Inti Berita:
• Pencurian kotak amal terjadi di Masjid Al Huda, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp5 juta.
• Aksi pelaku terekam CCTV saat beraksi seorang diri pada 29 Juli 2026.
• Kasus ini merupakan pencurian kotak amal yang telah berulang di masjid tersebut, sementara Polsek Bendungan masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku.
SUARA TRENGGALEK – Aksi pencurian kotak amal kembali terjadi di Masjid Al Huda, Dusun Kacangan, RT 27 RW 9, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.
Hingga kini, pelaku yang terekam kamera pengawas (CCTV) masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Akibat peristiwa tersebut, takmir masjid diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp5 juta. Uang yang hilang merupakan hasil infak jemaah yang belum diambil selama kurang lebih empat bulan.
Pembina Masjid Al Huda, Seno (55), mengatakan aksi pencurian itu terekam kamera CCTV pada Rabu, 29 Juli 2026 sekitar pukul 10.29 WIB.
Namun, kejadian baru diketahui keesokan harinya saat dirinya hendak memasukkan uang ke dalam kotak amal.
“Kejadiannya saya tahu hari Rabu. Paginya masukkan uang ke kotak. Ternyata kelihatan ada kejanggalan. Setelah saya buka, ternyata uangnya sudah diambil,” ujar Seno usai Salat Asar berjamaah, Selasa (4/8/2026).
Mengetahui uang kotak amal hilang, ia segera menghubungi pengurus masjid untuk mengecek rekaman CCTV.
Setelah memastikan terjadi pencurian, pihak takmir langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bendungan.
“Nah, Kamis itu juga langsung kita lapor ke pihak kepolisian. Hari itu juga kepolisian langsung terjun ke lokasi,” katanya.
Sudah Empat Kali Terjadi
Seno mengungkapkan, saat kejadian kondisi masjid memang relatif sepi. Meski demikian, tepat di depan masjid terdapat bengkel sepeda motor yang sedang beraktivitas.
Menurutnya, tidak ada warga yang menaruh curiga karena Masjid Al Huda memang selalu terbuka dan sering digunakan musafir, kurir, maupun tenaga penjual untuk beristirahat atau menunaikan salat.
“Iya, kondisi masjid karena jam 10.30-an siang ya sepi. Tapi kalau di depannya kan ada kegiatan bengkel. Dan banyak musafir yang kadang istirahat di sini,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Rimbun Sumurup Lestari itu menyebut pencurian kotak amal di masjid tersebut bukan kali pertama terjadi.
“Sebelumnya sudah beberapa kali. Makanya kita pasang pakai CCTV itu harapannya kalau suatu saat nanti ada yang ngambil bisa ketahuan. Kalau kejadiannya seingat saya sudah ada hampir empat kali,” ungkapnya.
Ia memperkirakan uang yang hilang mencapai sekitar Rp5 juta karena kotak amal terakhir kali dibuka saat Ramadan lalu.
“Perkiraan sekitar Rp5 juta lebih mungkin. Karena sudah empat bulan tidak kita buka kotak amalnya,” jelasnya.
Seno berharap pelaku segera berhasil ditangkap agar memberikan efek jera sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
“Kita tunggu nanti hasilnya. Harapan kami mewakili jemaah ini, mudah-mudahan nanti pelakunya segera bisa tertangkap. Pelakunya ini mungkin pernah beberapa kali mengambil, biar nanti ada efek jera. Agar tidak membuat resah jemaah,” tambahnya.
Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Sementara itu, pihak Polsek Bendungan membenarkan adanya laporan dugaan pencurian kotak amal tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
“Benar mas, di wilayah Kecamatan Bendungan ada kejadian tersebut. Kami bersama anggota masih melakukan penyelidikan,” ujar salah satu narasumber internal Polsek Bendungan.
Pelaku Terekam CCTV Beraksi Seorang Diri
Berdasarkan pantauan di lokasi, Masjid Al Huda memiliki halaman parkir yang cukup luas. Di sisi selatan masjid terdapat taman belajar anak-anak Aisyiyah, namun saat kejadian proses belajar telah selesai sehingga kondisi sekitar relatif lengang.
Tak jauh dari lokasi juga sedang berlangsung hajatan warga. Meski bagian dalam masjid terlihat jelas dari luar karena menggunakan kaca bening, orang-orang yang berada di bengkel depan masjid tidak menyadari aksi pencurian tersebut.
Rekaman CCTV yang beredar menunjukkan pelaku beraksi seorang diri tanpa mengenakan masker. Dalam waktu sekitar dua menit, pelaku membobol salah satu dari dua kotak amal yang berada di dalam masjid, kemudian membawa kabur uang di dalamnya.











