PERISTIWA

Pemkab Trenggalek Rencanakan Revitalisasi Los Pasar Bendo dan Kios Pasar Dongko

×

Pemkab Trenggalek Rencanakan Revitalisasi Los Pasar Bendo dan Kios Pasar Dongko

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala Dinas Komindag Trenggalek, Saniran saat menyampaikan rencana revitalisasi pasar di tahun 2026.
Inti Berita:
• Pemkab Trenggalek tetap melanjutkan program revitalisasi pasar dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
• Tahun ini, revitalisasi direncanakan menyasar Los Pasar Bendo dan Kios Pasar Dongko, sementara pengajuan dukungan anggaran ke kementerian masih terus dilakukan.
• Saya akan tetap menggunakan pola penulisan seperti ini untuk naskah berita atau hasil wawancara yang Anda kirim berikutnya.

SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek tetap berupaya melanjutkan program revitalisasi pasar daerah meski menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) Kabupaten Trenggalek, Saniran mengatakan, revitalisasi pasar tahun ini akan dilakukan pada beberapa titik dengan menyesuaikan kapasitas fiskal daerah.

“Revitalisasi pasar memang kita berharap untuk revitalisasi pasar tetap berjalan sesuai dengan kapasitas fiskal,” terang Saniran.

Ia menjelaskan, rencana revitalisasi yang akan dilakukan tahun ini meliputi revitalisasi los Pasar Bendo serta revitalisasi kios Pasar Dongko yang terdampak pelebaran jalan menuju wilayah lingkungan tersebut.

“Yang rencana di tahun ini ada revitalisasi los pasar Bendo, kemudian revitalisasi kios pasar Dongko yang terkena pelebaran jalan tembus ke wilayah lingkungan itu,” jelasnya.

Pengajuan ke Kementerian Tetap Dilakukan

Saniran menyebut, revitalisasi pasar tersebut direncanakan menggunakan sumber anggaran dari APBD Kabupaten Trenggalek. Sementara upaya mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat masih terus dilakukan.

Menurutnya, pihaknya telah beberapa kali mengajukan proposal revitalisasi pasar kepada kementerian. Namun, kebijakan program dari kementerian saat ini berubah menjadi berbasis tema tertentu.

“Anggaran bukan dari APBN, tapi dari APBD, karena dari Kementerian kita sudah mengajukan proposal berkali-kali karena di sana berubah menjadi tema tematik,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan tema tersebut membuat pengajuan revitalisasi pasar belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Tema-tema khusus misalnya tahun berapa itu tema wisata, tahun kemarin tema industri dan kebetulan belum nyambung di kita,” katanya.

Meski demikian, Diskomindag Trenggalek tetap akan kembali mengajukan proposal revitalisasi pasar kepada pemerintah pusat.

“Tapi tetap berusaha kami rencana ini juga akan mengajukan proposal lagi. Pokoknya terus mengajukan meskipun ada kendala-kendala teknis,” pungkas Saniran.