Inti Berita:
• Trenggalek kekurangan 1.114 guru dari total sekitar 4.000 tenaga pengajar
• SD jadi jenjang paling terdampak kekurangan guru
• Penyebab utama karena banyak guru pensiun (±300 orang per tahun)
• Kekosongan sementara ditutup dengan saling mengisi antar guru
• Disdik masih lakukan pemetaan untuk solusi ke depan
SUARA TRENGGALEK – Kekurangan tenaga guru di Kabupaten Trenggalek masih menjadi persoalan serius. Dinas Pendidikan mencatat, saat ini terdapat sekitar 1.114 formasi guru yang belum terisi dari total sekitar 4.000 tenaga pengajar yang ada.
Kepala Bidang Pemetaan dan Pengembangan Pendidikan Disdik Trenggalek, Wawan Catur Prasetyo, menyebut kondisi tersebut membuat beban kerja guru semakin berat, terutama di jenjang sekolah dasar (SD).
“Total guru saat ini sekitar 4 ribu, sedangkan kekosongannya 1.114 guru. Kalau kami melihat, banyak kekurangan guru kelas,” ujarnya.
Menurut Wawan, faktor utama penyebab kekurangan guru adalah banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun setiap tahun. Selain itu, ada juga faktor lain seperti meninggal dunia, meski jumlahnya tidak signifikan.
“Dampak dari batas usia pensiun, kemudian ada juga yang meninggal dunia. Tapi lebih didominasi karena purna tugas,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah guru yang pensiun setiap tahun cukup tinggi, yakni berkisar ratusan orang.
“Untuk purna tugas, rata-rata sekitar 300 per tahun,” tambahnya.
Saat ini, kekosongan tersebut masih diatasi dengan skema saling mengisi antar guru yang ada. Namun, kondisi ini berpotensi memengaruhi efektivitas pembelajaran jika tidak segera ditangani.
Dinas Pendidikan pun masih melakukan pemetaan lebih rinci terkait sebaran kekurangan guru di tiap jenjang pendidikan sebagai dasar perencanaan pengisian ke depan.











