Inti Berita,
• NR (11) anak terlantar asal Mentawai, kini sekolah di SR Trenggalek
• Sempat hidup di jalanan dan tidur di ladang sebelum ditemukan warga
• Dirawat warga dan dibantu Dinsos hingga bisa bersekolah
• Kondisi NR kini lebih sehat dan percaya diri
• Sekolah Rakyat jadi harapan bagi anak-anak kurang mampu
SUARA TRENGGALEK – Kehadiran Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 50 di Kabupaten Trenggalek menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang hidup dalam kondisi terlantar.
Salah satu siswa yang kini merasakan manfaat program tersebut adalah NR (11), siswa kelas 3 SD. Ia memiliki kisah hidup yang memilukan sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan.
NR diketahui berasal dari Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Ia ditemukan oleh pekerja asal Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, saat bekerja di perkebunan di wilayah tersebut.
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Wonocoyo, Ali Ludin, mengatakan saat ditemukan, NR sering terlihat bermain sendirian di hutan dan perkebunan tanpa pengawasan orang tua.
“Para pekerja mencoba menelusuri asal-usulnya, tapi tidak ditemukan keluarga atau kerabat. Akhirnya anak tersebut dibawa ke Trenggalek,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Setibanya di Trenggalek, NR sempat dirawat secara bergantian oleh para pekerja. Namun, ia tidak merasa nyaman dan memilih meninggalkan tempat tinggalnya hingga hidup terlantar.
“Dia pernah tidur di ladang, di atas jerami, di pinggir jalan, di mana saja,” ungkap Ali.
Hingga suatu hari, NR ditemukan tertidur di depan rumah warga bernama Komarudin. Merasa iba, Komarudin kemudian merawatnya hingga anak tersebut merasa nyaman tinggal bersama keluarganya.
Mengetahui kondisi tersebut, Ali bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Trenggalek melakukan asesmen dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Upaya tersebut membuahkan hasil, NR akhirnya dapat mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 50.
“Alhamdulillah setelah di Sekolah Rakyat kondisinya lebih baik. Gizinya terpenuhi, lebih bersih, dan sekarang sudah lebih percaya diri saat diajak bicara,” jelasnya.
Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi solusi bagi anak-anak dengan kondisi serupa agar tetap mendapatkan hak pendidikan dan kehidupan yang lebih layak.











