SUARA TRENGGALEK – Penanganan longsor di KM 16 jalur nasional Trenggalek-Ponorogo, tepatnya di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, terus diupayakan.
Sejumlah alat berat bakal disiapkan untuk mempercepat proses pembersihan material yang menutup total badan jalan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jatim, Satker Wilayah II Jatim, BBPJN Jatim-Bali, Endhy Aktony, mengatakan fokus awal adalah pembersihan material longsor.
“Untuk sementara kita akan melakukan pembersihan. Malam ini rencana didatangkan dua sampai tiga alat berat,” ujarnya.
Alat berat tersebut berasal dari sejumlah rekanan terdekat, yakni BJ, Moderna, Gorga, dan AK. Kedatangannya dijadwalkan sekitar pukul 00.00 WIB.
Endhy menjelaskan, jenis alat yang disiapkan berupa ekskavator. Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan di lapangan tetap menunggu situasi dinyatakan aman.
“Untuk eksekusi pekerjaan kita komunikasi dengan polisi, TNI, dan BPBD apakah memungkinkan dikerjakan atau tidak karena kondisi masih hujan dan tanah pasti labil. Menunggu situasi benar-benar aman baru bisa dilaksanakan, tapi alatnya kami siapkan dulu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menerangkan laporan longsor diterima melalui Pusdalop pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang, disusul kondisi hujan pada beberapa hari sebelumnya.
“Material longsor yang paling banyak adalah batu, ukurannya lebih dari mobil atau truk,” jelas Triadi.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satker BBPJN Jatim-Bali untuk mendatangkan alat berat dan perlengkapan pendukung.
Namun, mengingat kondisi masih hujan deras, langkah teknis di lapangan akan diputuskan bersama seluruh unsur terkait.
Selain itu, BPBD bersama TNI dan Polri melakukan pengamanan personel serta asesmen lokasi untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan. Pengalihan arus lalu lintas juga telah diterapkan.
“Dari arah Trenggalek bisa melalui beberapa jalur alternatif seperti Desa Dermosari untuk menuju Ponorogo,” imbuhnya.
Hingga kini, jalur nasional tersebut masih ditutup sementara sambil menunggu proses pembersihan dan kondisi cuaca membaik guna menghindari risiko longsor susulan.











