SUARA TRENGGALEK – Arya Bayu Adi Permana, pemuda asal RT 16 RW 5 Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, Trenggalek menjadi salah satu peserta program kuliah Diploma 2 (D2) gratis di Korea Selatan.
Alumni SMK Negeri 1 Trenggalek itu mengaku telah mempersiapkan diri sejak lama sebelum akhirnya dinyatakan lolos dan siap berangkat pada awal Maret 2026.
Arya menjelaskan, proses keberangkatannya diawali dengan mengikuti pelatihan di LPK Solusi Terampil Global selama kurang lebih empat bulan.
Selama masa pelatihan, ia fokus belajar bahasa Korea dan mengikuti ujian pada Oktober 2025.
“Alhamdulillah lulus. Setelah itu proses pembuatan paspor dan visa dibantu oleh LPK, tanpa biaya,” ujarnya.
Ia menegaskan tidak dipungut biaya apa pun selama proses persiapan hingga dinyatakan siap berangkat. Ria mengaku minat belajar ke luar negeri sudah muncul sejak duduk di bangku SMP.
Selain ingin meraih cita-cita, faktor ekonomi keluarga juga menjadi pertimbangan untuk mencari program pendidikan gratis.
Menurutnya, kunci belajar bahasa Korea adalah memperbanyak hafalan kosakata dan konsisten berlatih.
Diberangkatkan Bupati Trenggalek
Sebelumnya, pada Selasa (10/2/2026), Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin secara resmi memberangkatkan sembilan pemuda asal Trenggalek untuk menempuh pendidikan D2 gratis di University of Gyeongnam Namhae, Korea Selatan.
Program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan pihak universitas melalui PT Intersolusi Indonesia.
Selain mendapatkan fasilitas kuliah gratis, para peserta juga dipersiapkan untuk memperoleh penempatan kerja di Korea Selatan setelah lulus.
Prosesi pelepasan digelar di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. Total terdapat 16 peserta dari Indonesia yang diberangkatkan, sembilan di antaranya berasal dari Trenggalek.
Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menyampaikan bahwa para peserta akan menempuh pendidikan pada jurusan Teknik Pertahanan dan Artificial Intelligence (AI).
Sebelum keberangkatan, mereka telah menjalani kursus bahasa Korea selama empat bulan hingga dinyatakan lulus ujian bahasa dan seleksi masuk perguruan tinggi.
Ia juga menyebut salah satu peserta asal Trenggalek, Arya, meraih nilai terbaik dengan predikat transfer perfect. Pihak universitas di Korea Selatan bahkan menyampaikan apresiasi atas kemampuan akademik peserta asal Trenggalek.
Mas Ipin menambahkan, program ini menggunakan skema blended matching, yakni pembiayaan penuh oleh pemerintah pada tahap awal.
Ke depan, pemerintah daerah berencana menyiapkan skema subsidi agar semakin banyak pemuda Trenggalek dapat mengikuti program serupa.











