SUARA TRENGGALEK – Kasus menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaporkan berbau tidak sedap di SD Inovatif Trenggalek kini telah diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN).
Satuan Tugas (Satgas) MBG Trenggalek memastikan laporan sudah dikirim melalui jalur resmi dan saat ini tinggal menunggu tanggapan dari pemerintah pusat.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni menjelaskan laporan awal disampaikan oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Dari hasil laporan tersebut kemudian diteruskan ke koordinator wilayah hingga sampai ke tingkat nasional.
“Dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan ke koordinator wilayah dan sudah diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Saeroni, Rabu (11/2/2026).
Namun hingga saat ini, kata dia belum ada umpan balik atau balasan resmi dari BGN terkait laporan tersebut.
“Dari laporan itu belum ada feedback dari BGN, demikian keterangan dari Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trenggalek. Kalau dari satgas belum ada peringatan, laporan kronologi,” tambahnya.
400 Porsi Dikembalikan
Sebelumnya, sekitar 400 porsi MBG dari SPPG Ngantru 3 dikembalikan oleh pihak SD Inovatif Trenggalek pada Kamis (5/2/2026).
Makanan yang dijadwalkan untuk sarapan siswa tersebut dilaporkan mengeluarkan bau tidak sedap saat kemasan (ompreng) dibuka.
Guru kelas SD Inovatif Trenggalek, Daimaini mengatakan makanan tiba sebelum pukul 08.00 WIB dengan menu ayam rica-rica.
“MBG itu datangnya kalau di SD Inovatif Trenggalek itu pagi sebelum jam 08.00 WIB, terus hari ini menunya seperti rica-rica ayam, ayam dibumbui,” kata Daimaini.
Namun setelah kemasan dibuka, sejumlah guru mencium bau yang tidak biasa dan menyebar di ruang kelas.
“Apa mungkin penyebabnya karena bumbu rica di ayam itu, kan dikombinasikan dengan buah salak, bercampur aduk ketika dibuka bau tidak sedap,” paparnya.
Beberapa guru lain juga mencium aroma yang disebut berbau “badeg”. Untuk menghindari potensi risiko terhadap siswa, pihak sekolah memutuskan tidak membagikan makanan tersebut dan mengembalikannya.
Hasil Uji Lab Negatif E. Coli
Sehari setelah kejadian, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan.
Hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) pada Jumat (6/2/2026) menyatakan sampel negatif bakteri Escherichia coli (E. coli).
Meski demikian, Dinkes menegaskan bahwa hasil tersebut belum menutup kemungkinan adanya bakteri lain, mengingat kapasitas laboratorium daerah saat ini baru dapat mendeteksi E. coli.
Dengan laporan yang telah diteruskan ke tingkat nasional, Satgas MBG Trenggalek menyatakan masih menunggu tindak lanjut resmi dari BGN, termasuk kemungkinan evaluasi maupun langkah perbaikan program ke depan.











