BISNIS

Produksi Padi 2025 di Trenggalek Diprediksi Tertinggi dalam 10 Tahun, IP Capai 2,56

×

Produksi Padi 2025 di Trenggalek Diprediksi Tertinggi dalam 10 Tahun, IP Capai 2,56

Sebarkan artikel ini
Pertanian Trenggalek
Pertanian padi di Trenggalek saat mendekati musim panen.

SUARA TRENGGALEK – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Kabupaten Trenggalek menargetkan produksi padi tahun 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dispertapan Trenggalek, Imam Nurhadi memprediksi capaian produksi tahun ini menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Imam menjelaskan peningkatan produksi dipengaruhi naiknya Indeks Pertanaman (IP) padi yang mencapai 2,56 atau mendekati tiga kali masa tanam dalam setahun.

“Jauh dibandingkan tahun lalu yang IP-nya hanya 1,98 atau petani hanya melakukan 2 kali masa tanam padi karena fenomena El Nino gorila yang menyebabkan kekeringan ekstrem,” ujarnya, Sabtu (28/11/2025).

Dengan peningkatan IP tersebut, luas lahan tanam mengalami kenaikan sehingga berpengaruh pada produksi padi. Dispertapan mencatat produksi hingga hari ini mencapai 264 ribu ton.

“Tahun ini produksi padi tertinggi dalam 10 tahun terakhir,” jelasnya.

Menurut Imam, tingginya IP dan produksi dipengaruhi beberapa faktor, mulai cuaca yang mendukung dengan curah hujan cukup tinggi hingga ketersediaan infrastruktur irigasi dari pemerintah. Kondisi tersebut memudahkan petani dalam mengairi lahan sawah.

Ia menambahkan meningkatnya IP juga mendorong serapan pupuk subsidi. Hingga memasuki akhir 2025, serapan pupuk subsidi sudah mencapai 80 persen dan diperkirakan bisa menembus 90 persen pada akhir tahun.

“Kalau tahun 2024 serapan pupuk subsidi sekitar 80 persen, artinya tahun ini pasti lebih tinggi,” tuturnya.

Imam menyebut kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen sejak Oktober turut disambut baik petani.

“Dengan turunnya harga pupuk subsidi, diharapkan dapat menggenjot produksi pertanian khususnya di Trenggalek,” pungkasnya.