Poin Berita,
- UMK Masih Mendominasi Investasi
- Karakter Khas Investasi UMK Berlangsung Lama
- UMK Sumbang Investasi 70 Persen
- 30 Persen Disumbang Usaha Menengah Besar
- Kategori UMK Bermodal 0 Sampai 1 Miliar
SUARA TRENGGALEK – Struktur investasi di Kabupaten Trenggalek hingga 2025 masih didominasi oleh sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Kondisi tersebut dinilai sebagai karakter khas investasi daerah yang telah berlangsung sejak lama.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Trenggalek, Edi Santoso, mengatakan bahwa kontribusi UMK dalam investasi daerah masih menjadi yang terbesar dibandingkan sektor usaha menengah dan besar.
“Kalau terkait prestasi investasi sendiri, Trenggalek memang masih didominasi oleh sektor UMK, usaha mikro dan kecil. Ini sudah menjadi karakter investasi di Trenggalek dari dulu,” ujar Edi Santoso, Senin (2/2/2026).
Investasi Trenggalek 2025
Ia juga menjelaskan, komposisi investasi di Trenggalek pada tahun 2025 relatif tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekitar 70 persen investasi masih berasal dari sektor UMK, sementara sisanya sekitar 30 persen disumbang oleh usaha menengah dan besar.
“Hampir sama dengan tahun kemarin. Komposisinya sekitar 70-an persen UMK dan 30 persen usaha menengah serta besar,” jelasnya.
Edi juga memaparkan klasifikasi UMK berdasarkan perhitungan dalam teori investasi.
Kategori UMK dan Menengah Serta Besar
Usaha mikro merupakan pelaku usaha dengan total modal hingga Rp 1 miliar, sedangkan usaha kecil memiliki modal di kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar.
“Kalau UMK itu, usaha mikro modalnya di bawah nol sampai satu miliar rupiah, sementara usaha kecil antara satu sampai lima miliar. Modal ini termasuk peralatan, uang, dan aset usaha lainnya jika ditotal,” terangnya.
Dominasi UMK ini, menurut Edi, menunjukkan bahwa geliat investasi di Trenggalek masih bertumpu pada pelaku usaha lokal dengan skala kecil dan menengah.
Pemerintah daerah pun terus berupaya mendorong pertumbuhan UMK agar semakin berdaya saing dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.











