SUARA TRENGGALEK – Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki menyebut Kabupaten Trenggalek masuk dalam peringkat dua besar daerah paling aman dan kondusif di Indonesia.
Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak, bukan hanya kinerja kepolisian.
“Dari sekitar 500 kabupaten/kota di Indonesia, Trenggalek menempati nomor urut dua sebagai daerah yang aman dan kondusif. Ini patut kita syukuri bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak lepas dari peran aktif masyarakat, termasuk media, mahasiswa, organisasi, dan tokoh masyarakat yang turut menjaga stabilitas daerah.
Menurutnya, media dan organisasi memiliki fungsi penting sebagai penjaga moral sekaligus mitra kepolisian dalam memberikan masukan dan kritik yang membangun.
“Kehadiran media dan organisasi sangat kami butuhkan, baik melalui tulisan maupun diskusi, untuk memberikan masukan agar kinerja Polri bisa semakin baik,” katanya.
AKBP Ridwan juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini telah terjalin dengan berbagai elemen masyarakat. Ia memastikan pihaknya tetap membuka ruang kritik demi peningkatan pelayanan.
“Kalau ada hal-hal yang tidak sesuai dengan norma, silakan disampaikan kepada kami. Kritik sangat kami butuhkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tujuan utama kepolisian adalah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, warga diharapkan dapat beraktivitas dan mengembangkan potensi ekonomi tanpa rasa khawatir.
“Kami ingin masyarakat Trenggalek merasa aman dan nyaman. Bisa berkarya, beraktivitas, dan meningkatkan perekonomian dengan tenang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keamanan yang terjaga tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga pada kinerja aparat kepolisian.
“Kalau masyarakatnya tenang dan aman, tentu kami sebagai polisi juga merasa tenang,” pungkasnya.











