PERISTIWA

Tim Sar Masih Lakukan Pencarian Warga Pule Trenggalek yang Hilang Saat Mancing di Bendungan Tugu

×

Tim Sar Masih Lakukan Pencarian Warga Pule Trenggalek yang Hilang Saat Mancing di Bendungan Tugu

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Tim SAR saat melakukan pencarian warga yang dilaporkan hilang saat mancing di bendungan Tugu.

SUARA TRENGGALEK – Seorang warga Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, dilaporkan hilang saat memancing di kawasan Bendungan Tugu.

Hingga kini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang diduga terseret arus sungai setelah wilayah tersebut diguyur hujan.

Korban diketahui bernama Katno, warga Dusun Ngremah RT 28 RW 03, Desa Tanggaran, Kecamatan Pule. Ia dilaporkan hilang sejak Sabtu (14/3/2026) setelah tidak kunjung pulang ke rumah hingga malam hari.

Ketua Tim Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza, menjelaskan bahwa korban berangkat memancing sejak pagi hari di area Bendungan Waduk Tugu.

“Korban berangkat memancing sekitar pukul 07.00 WIB di area Bendungan Waduk Tugu. Namun hingga pukul 18.00 WIB korban belum kembali ke rumah sehingga pihak keluarga bersama warga melakukan pencarian awal,” jelas Yoni, Senin (16/3/2026).

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban terakhir terlihat memancing di tengah aliran sungai yang mengarah ke bendungan.

Saat itu, debit air dilaporkan meningkat karena wilayah Kecamatan Tugu dan sekitarnya sempat diguyur hujan pada siang hari.

Dalam proses pencarian awal, tim menemukan sepeda motor milik korban yang terparkir di sekitar lokasi bendungan. Temuan tersebut diduga menjadi titik awal lokasi kejadian kecelakaan (LKK).

“Dari keterangan saksi dan temuan di lapangan, korban diduga terseret arus sungai. Saat ini pencarian difokuskan di area Bendungan Tugu,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos SAR Trenggalek langsung berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait dan memberangkatkan tim rescue ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian.

Operasi tersebut melibatkan unsur SAR gabungan, di antaranya enam personel Pos SAR Trenggalek, tiga personel BPBD Kabupaten Trenggalek, serta dukungan dari TNI, Polri, dan warga sekitar.

Tim melakukan penyisiran di area bendungan dan sepanjang aliran sungai menggunakan metode pencarian darat maupun air. Untuk mendukung operasi tersebut, tim SAR juga mengerahkan tiga perahu karet.

“Kami menerjunkan tiga kapal karet, satu dari Basarnas, satu dari MTA Madiun, dan satu dari BPBD Trenggalek,” tambah Yoni.

Ia menegaskan bahwa proses pencarian dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan mengingat kondisi arus sungai yang cukup deras setelah hujan.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat agar proses pencarian dapat berjalan maksimal,” pungkasnya.