SUARA TRENGGALEK – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan 2026 di Kabupaten Trenggalek hingga kini belum dapat dipastikan.
Meski beredar informasi bahwa program tersebut tetap berjalan saat puasa, satuan pelaksana program gizi (SPPG) di daerah masih menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi dari pemerintah pusat.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima juknis dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengatur mekanisme penyaluran MBG selama bulan Ramadan.
“Informasi terkait pemberian MBG di bulan puasa seperti apa, sampai saat ini kami masih menunggu juknis dari pusat, dari BGN. Belum ada kejelasan apakah tetap berlaku atau seperti apa mekanismenya,” ujar Saeroni, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan, sampai detik ini belum ada aturan teknis yang mengatur pendistribusian MBG selama Ramadan.
“Kami masih menunggu juknis dari pusat terkait pendistribusian MBG pada bulan Ramadan. Jika sudah keluar, tentu akan kami sosialisasikan,” imbuhnya.
Di Kabupaten Trenggalek sendiri, program MBG ditargetkan didukung oleh sekitar 80 dapur MBG atau SPPG yang melayani kurang lebih 170 ribu penerima manfaat.
Hingga saat ini, sebanyak 53 dapur MBG telah berdiri dan beroperasi, sehingga sekitar setengah dari target pelayanan telah tercapai.
Sementara itu, meskipun keberlanjutan program MBG selama Ramadan disebut-sebut tetap akan direalisasikan, pelaksana di tingkat daerah belum menerima juknis resmi yang mengatur secara rinci mekanisme penyaluran, jenis menu, hingga waktu distribusi makanan selama bulan puasa.
“Konsep penyaluran kemungkinan akan berbeda dengan hari biasa,” pungkasnya.











