KULINER

Rekomendasi Usaha UMKM untuk Persiapan Buka Puasa, Peluang Cuan Ramadan 2026

×

Rekomendasi Usaha UMKM untuk Persiapan Buka Puasa, Peluang Cuan Ramadan 2026

Sebarkan artikel ini
Es teler
Menu es teler untuk buka puasa ramadhan.

SUARA TRENGGALEKBulan puasa ramadhan selalu menjadi momentum strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Permintaan makanan dan minuman untuk berbuka puasa meningkat signifikan, terutama produk takjil yang menjadi menu favorit masyarakat jelang waktu maghrib.

Pada Ramadan 2026, tren konsumsi menunjukkan pergeseran ke arah produk yang praktis, sehat, kekinian, dan tetap ramah di kantong.

Kondisi ini membuka peluang cuan bagi UMKM, bahkan dengan modal relatif kecil dan waktu penjualan yang terbatas selama satu bulan.

Berikut sejumlah rekomendasi usaha UMKM yang dinilai potensial untuk persiapan buka puasa, lengkap dengan gambaran modal dan peluang keuntungan.

1. Takjil Klasik dan Kekinian

Takjil masih menjadi produk paling laris selama Ramadan. Karakter pembelian yang cenderung impulsif menjelang waktu berbuka membuat perputaran penjualan berlangsung cepat.

Beberapa menu yang berpotensi diminati antara lain es buah cup premium, kolak pisang atau ubi dengan santan gula merah, aneka gorengan, es campur, hingga puding silky dan mango sago.

Estimasi modal awal berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta untuk kebutuhan bahan baku harian dan kemasan.

Dengan margin keuntungan 30–60 persen per porsi, omzet harian dapat mencapai Rp 500 ribu hingga Rp2 juta, tergantung lokasi dan volume penjualan.

2. Minuman Segar Kekinian

Minuman dingin menjadi buruan utama saat waktu berbuka tiba. Produk seperti es susu kurma premium, es kelapa muda campur buah, thai tea, matcha latte, hingga minuman viral seperti es lumut diprediksi tetap diminati pada 2026.

Modal awal diperkirakan Rp800 ribu hingga Rp3 juta, mencakup peralatan sederhana seperti blender dan kemasan cup.

Harga jual berkisar Rp8.000 hingga Rp18.000 per gelas, dengan margin keuntungan relatif tinggi karena biaya bahan baku yang terjangkau.

Pelaku usaha juga dapat menyasar segmen kesehatan dengan menyediakan varian rendah gula atau tanpa gula tambahan.

3. Paket Bundling Takjil dan Menu Berat

Konsep paket bundling dinilai efektif karena menawarkan kepraktisan. Satu paket dapat berisi beberapa jenis takjil, minuman, serta menu utama seperti nasi box ayam geprek atau nasi uduk.

Dengan kisaran harga Rp 25.000 hingga Rp 35.000 per paket, nilai transaksi per pembeli menjadi lebih tinggi. Modal awal usaha ini berkisar Rp 1 juta hingga Rp 4 juta.

Sistem pre-order melalui platform pesan antar maupun komunitas perumahan dinilai dapat meningkatkan efisiensi produksi dan meminimalkan risiko sisa makanan.

4. Takjil Sehat dan Diet

Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat turut memengaruhi pilihan menu berbuka. Takjil rendah gula, salad buah dengan yogurt, hingga kurma isi almond atau keju menjadi alternatif yang mulai dilirik.

Meski membutuhkan bahan baku yang relatif lebih premium, margin keuntungan dapat mencapai lebih dari 50 persen karena harga jual yang lebih tinggi dibanding takjil konvensional.

5. Frozen Food Pendamping Buka Puasa

Produk frozen food seperti risoles, dimsum, nugget homemade, hingga pisang cokelat beku juga berpotensi laku selama Ramadan. Produk ini dapat diproduksi sebelum bulan puasa dan dijual secara daring atau dititipkan di toko sekitar.

Keunggulan produk beku terletak pada daya simpan yang lebih lama sehingga risiko kerugian akibat makanan basi dapat ditekan.

Tips Persiapan Usaha Ramadan

Agar usaha berjalan optimal, pelaku UMKM disarankan melakukan persiapan lebih awal, termasuk mengamankan stok bahan baku seperti kurma, gula aren, santan, dan buah-buahan yang biasanya mengalami kenaikan harga menjelang Ramadan.

Pemilihan lokasi strategis, kemasan menarik, promosi digital melalui media sosial, serta penetapan harga kompetitif menjadi faktor pendukung keberhasilan.

Selain itu, aspek kebersihan dan kehalalan produk harus menjadi prioritas guna menjaga kepercayaan konsumen dan mendorong pembelian ulang.

Dengan perencanaan matang, usaha takjil dan menu buka puasa berpotensi menjadi sumber penghasilan signifikan selama Ramadan.

Tidak sedikit pelaku UMKM yang mampu mengumpulkan modal usaha tahunan hanya dari penjualan selama satu bulan tersebut.