PERISTIWA

Puncak Arus Mudik Lebaran di Trenggalek Diprediksi Mulai Tanggal 13 Maret

×

Puncak Arus Mudik Lebaran di Trenggalek Diprediksi Mulai Tanggal 13 Maret

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kapolres Trenggalek bersama Bupati Trenggalek saat menggelar rapat koordinasi.

SUARA TRENGGALEK – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Trenggalek mulai mematangkan berbagai persiapan pengamanan.

Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi potensi kerawanan selama periode mudik Lebaran.

Rapat koordinasi yang digelar Selasa (10/3) tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus menghimpun masukan terkait langkah antisipasi menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat selama Lebaran.

Dalam forum tersebut juga dipaparkan peta kerawanan serta prediksi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026.

Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 dan 29 Maret 2026.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki yang memimpin langsung rapat koordinasi menegaskan, pihaknya akan segera menggelar Operasi Ketupat Semeru 2026 untuk mengamankan perayaan Idul Fitri di wilayah Trenggalek.

“Menurut rencana, Operasi Ketupat Semeru 2026 akan diselenggarakan mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026. Nanti akan diawali dengan apel gelar pasukan bersama,” ujar Ridwan.

Ia menjelaskan, Operasi Ketupat Semeru merupakan operasi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada penindakan kejahatan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang datang ke Trenggalek maupun yang melintas di wilayah tersebut.

Sejumlah potensi kerawanan yang menjadi perhatian dalam operasi ini antara lain kepadatan arus lalu lintas, lonjakan kunjungan wisata, potensi bencana hidrometeorologi, hingga aktivitas masyarakat seperti penerbangan balon udara dan penggunaan petasan.

“Saya instruksikan kepada Kapolsek jajaran agar menyisir dan melakukan antisipasi di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang turut hadir dalam rapat tersebut menyatakan pemerintah daerah siap mendukung penuh upaya pengamanan Lebaran.

Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk ikut membantu menyukseskan pengamanan, termasuk dengan mempercepat perbaikan infrastruktur jalan.

“Kita genjot perbaikan jalan agar mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas saat mudik,” kata Arifin.

Ia berharap hasil rapat koordinasi tersebut dapat diimplementasikan oleh seluruh pihak sesuai kewenangan masing-masing sehingga perayaan Idul Fitri di Kabupaten Trenggalek berlangsung aman, kondusif, dan nyaman bagi masyarakat.