SUARA TRENGGALEK – Umat Islam di Indonesia semakin dekat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Per Sabtu, 17 Januari 2026, awal puasa Ramadhan 2026 diperkirakan tinggal sekitar satu bulan lagi.
Meski masih terdapat potensi perbedaan penetapan tanggal awal puasa antara Muhammadiyah dan pemerintah.
- Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang dikeluarkan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dengan ketetapan itu, terhitung sejak 17 Januari 2026, umat Islam memiliki waktu 32 hari lagi menuju hari pertama puasa Ramadhan versi Muhammadiyah.
Penetapan ini bersifat pasti dan mengikat bagi warga Muhammadiyah karena tidak bergantung pada hasil pengamatan hilal di lapangan.
- Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan secara resmi awal puasa Ramadhan 1447 H. Penentuan akan dilakukan melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Syakban 1447 H.
Berdasarkan prediksi Kalender Hijriah Indonesia 2026, awal puasa Ramadhan versi pemerintah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Jika dihitung dari 17 Januari 2026, maka puasa diperkirakan dimulai 33 hari lagi.
Kemenag menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal dengan mengacu pada kriteria MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Apabila pada sore hari 17 Februari 2026 hilal terlihat dan memenuhi kriteria, maka puasa dapat dimulai pada 18 Februari 2026. Namun jika tidak terlihat, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal) dan puasa dimulai 19 Februari 2026.
- Nahdlatul Ulama (NU) hingga pertengahan Januari 2026 juga belum mengumumkan penetapan resmi awal Ramadhan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, NU umumnya mengikuti keputusan Sidang Isbat Kemenag dengan metode hisab imkanur rukyah yang dipadukan dengan pengamatan hilal secara langsung.
Dengan demikian, terdapat potensi perbedaan satu hari dalam pelaksanaan awal puasa Ramadhan 2026. Meski demikian, perbedaan tersebut dinilai sebagai hal yang wajar dalam tradisi penetapan kalender Islam di Indonesia.
Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati perbedaan penetapan awal Ramadhan.
Umat Islam juga diharapkan mulai memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri secara spiritual, seperti memperbanyak ibadah sunnah, menyelesaikan qadha puasa, serta menjaga kesehatan menjelang Ramadhan.
Bulan suci Ramadhan 1447 H kini tinggal hitungan minggu. Persiapan sejak dini diharapkan dapat membantu umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan optimal.











