PERISTIWA

PSHT Ranting Dongko Trenggalek Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes dalam 5 Jam

×

PSHT Ranting Dongko Trenggalek Gelar Pasar Murah, 1.000 Paket Sembako Ludes dalam 5 Jam

Sebarkan artikel ini
PSHT Trenggalek
Pelaksanaan pasar murah yang dilaksanakan PSHT Ranting Dongko dengan menyediakan 1000 paket sembako.

SUARA TRENGGALEK – Ratusan warga menyerbu area sekitar Pasar Dongko, Kabupaten Trenggalek, untuk berburu paket sembako murah menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Aksi sosial yang diinisiasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Dongko ini ludes terjual hanya dalam waktu lima jam.

​Tingginya antusiasme masyarakat, didominasi kaum ibu, terlihat sejak lapak dibuka pukul 08.00 WIB. Sebanyak 1.000 paket sembako yang disediakan panitia ludes tak tersisa pada pukul 13.00 WIB.

Ketua PSHT Ranting Dongko, Marji mengatakan kegiatan pasar murah tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi kepada masyarakat.

“Kami dari PSHT Ranting Dongko, Cabang Trenggalek Pusat Madiun, sengaja menggelar pasar murah ini dengan menyediakan 1.000 paket sembako,” ujar Marji.

Setiap paket dijual dengan harga Rp100 ribu, lebih murah dibanding harga normal di pasaran yang bisa mencapai sekitar Rp120 ribu.

Dalam satu paket sembako tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok, yakni 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, 1 kilogram gula, serta 3 bungkus mi instan.

Panitia memilih lokasi di sekitar Pasar Dongko agar warga dari berbagai desa di wilayah tersebut lebih mudah menjangkau lokasi penjualan.

Sejak pagi, warga bahkan sudah mengantre panjang sebelum lapak dibuka. Salah satu warga, Yuli, mengaku senang dapat memperoleh paket sembako murah tersebut.

“Saya sangat senang dan bersyukur bisa ikut ‘war’ paket sembako murah ini. Terima kasih kepada PSHT Ranting Dongko. Kegiatannya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Semoga tahun depan ada lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Penasehat PSHT Ranting Dongko, Didit Sasongko menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan tersebut masih terdapat kekurangan.

“Kami memohon maaf atas segala kekurangan yang ada. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini memberi manfaat bagi masyarakat, meskipun sederhana,” kata Didit.

Ia juga berharap kegiatan sosial serupa dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya dengan skala yang lebih besar.

“Semoga tahun depan kami bisa kembali menggelar kegiatan serupa dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Ludesnya 1.000 paket sembako dalam waktu lima jam menunjukkan bahwa program pasar murah masih sangat dibutuhkan masyarakat, terutama saat kebutuhan rumah tangga meningkat menjelang hari besar keagamaan.