Inti Berita:
• IKPI resmi buka cabang Kediri, jadi cabang ke-46 di Indonesia.
• Layanan mencakup Kediri, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, hingga Trenggalek.
• Fokus awal: sosialisasi dan bantuan pelaporan SPT Tahunan.
• Tantangan utama: literasi pajak dan kepercayaan masyarakat.
• IKPI ingin jadi jembatan bantu masyarakat di era sistem pajak digital.
SUARA TRENGGALEK – Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) resmi melantik pengurus sekaligus cabang baru di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (9/4/2026).
Peresmian yang digelar di Hotel Insumo Palace ini menjadi langkah strategis dalam memperluas layanan konsultasi pajak kepada masyarakat.
Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld mengatakan pembentukan cabang Kediri merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan perpajakan ke masyarakat. Cabang ini menjadi cabang ke-46 IKPI di Indonesia.
“Ini cabang ke-46 IKPI di Indonesia. Artinya kami benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, cakupan layanan IKPI Kediri tidak hanya terbatas di Kota Kediri, tetapi juga meliputi wilayah Nganjuk, Blitar, Tulungagung, hingga Trenggalek.
“Kami tidak hanya hadir di Kota Kediri, tetapi juga menjangkau wilayah sekitar agar manfaatnya lebih luas,” jelasnya.
Vaudy menegaskan, IKPI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi profesi, tetapi juga mendorong anggotanya aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam menyelesaikan persoalan perpajakan.

“Kami ingin masyarakat bisa bertanya dan mendapatkan solusi langsung dari anggota IKPI,” tegasnya.
Namun, ia mengakui terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan cabang baru ini, terutama dalam menjaga kekompakan internal serta membangun kepercayaan masyarakat.
“Tantangan pertama adalah kekompakan, lalu bagaimana kami bisa diterima oleh wajib pajak,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua IKPI Pengurus Daerah Jawa Timur, Zeti Arina, menilai kehadiran cabang Kediri menjadi langkah penting untuk pemerataan layanan perpajakan di daerah.
“Selama ini banyak masyarakat harus ke kota besar untuk mencari konsultan pajak. Sekarang sudah lebih dekat,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini Jawa Timur memiliki empat cabang IKPI dan akan terus dikembangkan sesuai dengan wilayah kerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
“Ke depan, kami akan menyesuaikan pengurus daerah dengan wilayah kerja DJP agar pelayanan lebih optimal,” katanya.
Ketua IKPI Cabang Kediri, Sugiyanti, mengatakan program awal yang akan dilakukan adalah sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait peran konsultan pajak.
“Target awal kami adalah sosialisasi, agar masyarakat tahu bahwa di Kediri sudah ada konsultan pajak profesional,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan membantu masyarakat dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.
“Kami akan membantu pelaporan SPT tahunan agar masyarakat bisa tepat waktu,” jelasnya.
Selain itu, IKPI Kediri berencana menggelar edukasi perpajakan secara rutin, baik daring maupun luring, dengan menyasar berbagai kalangan mulai dari wajib pajak, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Sugiyanti mengakui, rendahnya literasi pajak masih menjadi tantangan utama.
“Masih banyak masyarakat yang belum memahami pajak, ini menjadi tantangan kami,” ungkapnya.
Di tengah penerapan sistem perpajakan digital seperti Coretax, ia menilai peran konsultan pajak semakin penting sebagai pendamping masyarakat.
“Banyak yang mengeluh karena sistem baru, di sinilah kami hadir sebagai jembatan,” katanya.
Saat ini, IKPI Kediri memiliki 34 anggota aktif yang siap memberikan layanan konsultasi kepada masyarakat melalui sekretariat maupun secara langsung.
Dengan kehadiran cabang ini, IKPI menargetkan peningkatan kesadaran dan kepatuhan pajak masyarakat.
“Kami ingin membantu masyarakat agar lebih patuh dan memahami pentingnya pajak,” pungkas Sugiyanti.











