SUARA TRENGGALEK – Penanganan material longsor yang menutup jalur nasional di kilometer 16 Trenggalek-Ponorogo memasuki hari kedua, Kamis (5/3/2026).
Tim gabungan terus mempercepat proses pembersihan material longsor dengan mengerahkan alat berat jenis breaker untuk memecah batu besar yang menutup badan jalan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan kondisi di lapangan relatif tidak jauh berbeda dibandingkan hari sebelumnya.
Cuaca menjadi faktor penting yang sangat memengaruhi kelancaran proses penanganan pembersihan material longsor.
“Tidak jauh berbeda dengan hari kemarin, yang pertama semoga cuaca hari ini tidak hujan, apalagi hujan deras. Jadi hari ini kami kerjakan breaker untuk pemecah batu pembersihan material,” ujar Triadi.
Selain fokus pada batu besar yang menutup akses jalan, petugas juga melakukan evakuasi terhadap batu yang menggantung di sisi kanan tebing.
Material tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan petugas maupun pengguna jalan jika sewaktu-waktu jatuh.
“Yang di sebelah kanan batu yang menggantung itu juga kami lakukan evakuasi karena itu membahayakan,” tambahnya.
Hingga saat ini, disampaikannya progres penanganan material longsor diperkirakan telah mencapai sekitar 45 persen.
Setelah seluruh material longsoran berhasil dibersihkan, tahap selanjutnya adalah memastikan kondisi dan kelayakan struktur jalan sebelum kembali dibuka untuk umum.
Triadi menjelaskan, pengecekan menyeluruh nantinya akan dilakukan oleh tim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.
Hasil pemantauan sementara menunjukkan adanya kerusakan pada talud atau penguat tebing akibat tekanan material longsor.
“Kami melihat talud mengalami kerusakan dan itu harus segera dilakukan langkah konkret perbaikan,” jelasnya.
Perbaikan permanen talud tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BBPJN Jawa Timur-Bali.
Sementara itu, BPBD Trenggalek saat ini fokus pada penanganan darurat agar akses jalan bisa segera difungsikan kembali secara aman.
Jika kondisi cuaca tetap cerah dan tidak terjadi hujan deras yang berpotensi memicu longsor susulan, proses pembersihan material ditargetkan rampung paling lambat pada Jumat mendatang.











